PDAM Serang Hentikan Pasokan Air ke Pelanggan Selama 3 Bulan

SERANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang per hari ini (17/7) hingga 31 Oktober 2019 menghentikan pasokan air bersih kepada belasan ribu pelanggan di Kabupaten dan Kota Serang. Penghentian dilakukan karena PDAM tidak dapat mengolah air bersih lantaran ditutupnya sumber air baku di saluran Irigasi Pamarayan Barat oleh proyek normalisasi saluran Irigasi Pamarayan.

PDAM Tirta Albantani sudah memberitahukan kepada para pelanggan  melalui pesan beruntun. Dalam pesan itu dijelaskan bahwa akan dihentikan pasokan air bersih PDAM kepada beberapa wilayah. Yakni, Kecamatan Kragilan, Ciruas, Kramatwatu, Bojonegara, dan Kota Serang.

Kepala Bagian Umum PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang Arif Setiawan saat dikonfirmasi mengatakan, penghentian pasokan air PDAM lantaran mengeringnya sumber air baku di saluran Irigasi Pamarayan. “Iya benar, itu karena ada jadwal penutupan saluran Irigasi Pamarayan Barat,” kata Arif yang ditemui Radar Banten di kantornya, Jalan KH Ahmad Chotib, Cipare, Kota Serang, Selasa (16/7).

Arif mengatakan, saluran Irigasi Pamarayan Barat menjadi salah satu sumber air baku bagi PDAM. Dengan adanya proyek normalisasi saluran irigasi maka saluran irigasi harus dikeringkan sehingga tidak mengganggu proyek normalisasi. “Kalau airnya kering, secara otomatis kita tidak bisa mengambil air baku untuk diolah menjadi air bersih,” ujarnya.

Pihak pelaksana proyek normalisasi irigasi sudah membuat jadwal penutupan saluran Irigasi Pamarayan Barat dari 17 Juli hingga 31 Oktober 2019. Pada waktu itu juga, kata Arif, pelayanan air bersih yang mengambil air baku dari saluran Irigasi Pamarayan Barat dihentikan. “Pelayanan kita hentikan selama tiga bulan, setelah saluran irigasi dibuka baru kita aktifkan lagi,” terangnya.

Penghentian pelayanan air bersih itu akan dilakukan pada pelanggan beberapa wilayah. Yakni untuk Kecamatan Kragilan, Ciruas, Kramatwatu, Bojonegara, dan sebagian pelanggan di wilayah Kota Serang. Di lima wilayah tersebut, Arif menyebutkan ada sekira 15.000 pelanggan PDAM. “Pelanggan keseluruhan kita ada 31 ribu, di wilayah barat (Ciruas, Kramatwatu, Bojonegara, Kragilan-red) perkiraan ada 15 ribuan,” ucapnya.

Dalam satu bulan, kata dia, pihaknya mendapatkan pendapatan sebesar Rp3 miliar dari 31 ribu pelanggan. Jika pelayanan air bersih kepada 15 ribu pelanggan dihentikan maka diperkirakan potensi pendapatan Rp1,5 miliar per bulan akan hilang. “Pastinya akan berdampak pada pendapatan kita, karena selama tiga bulan itu kita tidak melakukan produksi,” jelasnya. (Rozak/RBG)