PDIP Turunkan Target, Reno Buka Peluang Sebagai Wakil

Reno Yanuar

CILEGON –  DPC PDIP Kota Cilegon menurunkan target pada pemilihan walikota dan wakil walikota Cilegon. Bila sebelumnya menargetkan Ketua DPC Reno Yanuar sebagai bakal calon walikota, kini partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut memungkinkan menempatkan Reno sebagai bakal calon wakil walikota Cilegon.

Ketua Tim Pemenangan Reno Yanuar, Tb Amri Wardhana menjelaskan, PDIP Kota Cilegon tidak bersikap kaku dalam menyikapi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon tahun ini. Menurutnya, penempatan sebagai bakal calon walikota maupun bakal calon wakil walikota Cilegon bergantung pada kesepakatan dengan partai politik yang akan berkoalisi dengan PDIP.

“Masalah C-1 atau C-2 kesepakatan dua belah pihak, yang penting sepakat dulu untuk membangun Kota Cilegon, jika sudah sepakat posisi tidak menjadi hal prinsipel,” ujar Amri saat ditemui di kantor DPC PDIP Kota Cilegon, Rabu (12/2).

Selain itu, penempatan pun menyesuaikan dengan arahan yang telah ditetapkan oleh DPP. Sebagai kader, Reno Yanuar pun harus siap melaksanakan keputusan yang telah ditetapkan oleh pusat. Kemudian, PDIP Kota Cilegon menyadari perlu berkoalisi dengan partai lain agar bisa memenuhi syarat minimal pengusungan bakal calon pada kontestasi lima tahunan tersebut.

Untuk itu, saat ini, PDIP Kota Cilegon terus menjalin komunikasi dengan seluruh partai di Kota Cilegon. Menurut Amri komunikasi masih berjalan baik kendati belum mengarah kepada kesepakatan koalisi. “Saat ini maih sangat dinamis karena pendaftaran masih Juni, sekarang kita masih mengkaji. PDIP baru setengah perahu, saat ini konsen memenuhi persyaratan,” ujar Amri.

Selain membangun komunikasi politik, PDIP Kota Cilegon sedang terus melakukan penguatan sistem dan jejaring partai hingga level terendah. Kata Amri, PDIP sejauh ini masih solid mendukung Reno Yanuar, pada Januari 2020 lalu, DPP telah melakukan survei popularitas dan hasilnya pengenalan Reno Yanuar di tengah-tengah masyarakat sangat kuat.

Sementara itu, Reno Yanuar menjelaskan, segala kemungkinan bisa terjadi dalam politik, karena PDIP butuh teman koalisi untuk bisa mengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota Cilegon. Oleh karena itu, menurutnya, sangat dimungkinkan jika pada akhirnya ia maju sebagai calon wakil walikota di Pilkada tahun ini. “Saya akan tunggu keputusan partai,” ujarnya.

Reno mengaku sampai saat ini masih intens berkomunikasi dengan partai politik lain di Kota Cilegon. “Semua masih cair,” ujarnya.

Diketahui, PDIP memiliki empat kursi di DPRD Kota Cilegon. Itu artinya, partai butuh teman koalisi setidaknya partai atau gabungan partai politik yang memiliki empat kursi lagi sebagai syarat minimal mengusung calon walikota. (bam-ibm/ags)