PDIP Usung Irna-Tanto

0
735 views
Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi (tiga dari kiri) menyerahkan SK DPP PDIP terkait rekomendasi pencalonan kepada Irna Narulita (tengah) didampingi Tanto W Arban (tiga dari kanan) di Sekretariat DPD PDIP Banten, kemarin.

Dinilai Berhasil Memimpin Pandeglang

SERANG – DPP PDI Perjuangan secara resmi mengusung Irna Narulita dan Tanto W Arban sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, di Pilkada Serentak 2020. Keputusan PDIP itu, bertolakbelakang dengan Pilkada Pandeglang 2015 lalu. Di mana PDIP saat itu justru berseberangan dengan bupati dan wakil bupati terpilih Irna-Tanto.

Keputusan DPP PDIP itu disampaikan langsung Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi dan pengurus DPD lainnya, saat menyerahkan SK DPP PDIP tentang rekomendasi dukungan PDIP terhadap Irna-Tanto di Kantor DPD PDIP Banten, Ciracas Kota Serang, Selasa (25/8).

Usai menyerahkan SK DPP kepada Irna-Tanto, Ade Sumardi mengungkapkan, keberhasilan Irna-Tanto memimpin Pandeglang selama lima tahun, menjadi dasar utama PDIP Banten mantap mendukung pasangan calon petahana.

“Selain popularitas dan elektabilitas petahana yang cukup tinggi, alasan lainnya adalah kepuasan publik terhadap petahana juga sangat tinggi. Jadi Bu Irna dan Pak Tanto ketika memimpin betul-betul bermanfaat untuk masyarakat Pandeglang,” katanya.

Dengan sejumlah prestasi yang telah diraih, lanjut Ade, wajar bila banyak partai politik yang telah menyampaikan dukungannya kepada Irna-Tanto untuk melanjutkan kepemimpinannya periode 2020-2025. Hal itu pun yang membuat PDIP tidak ragu untuk mengusung Irna-Tanto maju kembali di Pilkada Pandeglang. “Wilayah Banten Selatan khusunya Pandeglang secara normatif sedikit tertinggal dibandingkan Banten Utara. Tapi dengan adanya Irna-Tanto, Pandeglang sudah maju, wisatanya jalan, pembangunannya jalan. Artinya kepuasan rakyat meningkat. Itu berarti pimpinannya itu peduli kepada rakyat. Itulah yang kami lihat dari sosok Irna-Tanto,” urai Ade.

Wakil Bupati Lebak ini juga menilai, Irna-Tanto menjadi salah satu model kepemimpinan daerah, yang telah total membangun dan menghibahkan dirinya untuk masyarakatnya. “Dengan dukungan resmi PDIP, Insya Allah Irna-Tanto akan menang mudah di Pilkada 2020,” tegasnya.

Terkait koalisi, Ade mengaku pihaknya akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan partai politik lainnya yang mendukung Irna-Tanto. “Rencananya, Irna-Tanto akan daftar ke KPU Pandeglang pada 4 September mendatang,” ungkapnya.

Disinggung sikap PDIP yang Pilkada 2015 tidak menjadi bagian pendukung Irna-Tanto, Ade mengaku setiap partai punya mekanisme dalam menentukan dukungan politiknya. “DPP sudah memutuskan setelah melalui beberapa tahapan. Bu Irna dan Pak Tanto mulai besok (hari ini-red) wajib mengikuti sekolah partai yang digelar DPP PDIP,” tambahnya.

Senada, Sekretaris DPD PDIP Banten, Asep Rahmatullah mengatakan, keputusan DPP sudah tepat, lantaran sosok Irna merupakan kader PDIP. “Bu Irna kan sudah jadi keluarga besar PDIP, jadi kami akan all out memenangkan Irna-Tanto bersama sejumlah partai koalisi dan masyarakat Pandeglang pendukung calon petahana,” ujarnya.

Asep menambahkan, semua pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung dan didukung PDIP, wajib mengikuti sekolah partai. “Meskipun Irna-Tanto sudah mendapat SK dari DPP PDIP. Keduanya wajib mengikuti sekolah partai sebelum daftar ke KPU,” paparnya.

Menyikapi dukungan PDIP, bakal calon Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku bersyukur, sebab PDIP pada Pilkada 2015 lalu tidak masuk dalam partai pendukung Irna-Tanto jilid I. “Alhamdulillah untuk Irna-Tanto jilid II di Pilkada 2020, PDIP menjadi pengusung. Ini menjadi kebanggaan karena kerja-kerja kami selama lima tahun telah diapresiasi PDIP,” katanya.

Irna pun mengaku optimistis bila bisa kembali sukses di Pilkada 2020, sebab masuknya PDIP membuat tim pemenangan Irna-Tanto akan semakin solid. “Semakin baik tentunya bila semakin banyak yang mendukung. Ini akan memudahkan kerja tim pemenangan,” tegasnya.

Irna berharap, dukungan PDIP tidak hanya memudahkan dalam hal pemenangan, namun juga dapat memberikan gagasan untuk memajukan Pandeglang lima tahun ke depan. “Bagaimana pun juga, PDIP adalah partai penguasa sebagai pemenang Pemilu 2019. Saya kebetulan mengidolakan kepemimpinan Pak Jokowi, semoga bisa diberikan ide-ide oleh PDIP untuk menyejahterakan masyarakat Pandeglang,” tuturnya.

Sementara itu, bakal calon wakil Bupati Pandeglang Tanto W Arban mengatakan, sebagai kader Golkar dirinya sangat menghormati dukungan dari PDIP. Menurutnya, masuknya PDIP menjadi partai pengusung dan pendukung Irna-Tanto semakin mendekatkan pada kemenangan di Pilkada 2020.

“Dengan PDIP, kini sudah ada tujuh parpol yang mendukung kami,” katanya.

Ia menyebutkan, enam partai yang telah menyampaikan dukungannya lebih awal adalah Golkar, PAN, PBB, PKS, NasDem dan Demokrat. “Kami juga masih melakukan komunikasi dengan Gerindra dan partai lainnya. Bukan untuk memborong partai, tapi untuk berjuang bersama membangun Pandeglang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Pilkada Pandeglang 2015 lalu. PDIP dan Demokrat mengusung pasangan Siti Romlah dan Yan Riadi. Sementara pasangan Irna Narulita dan Tanto W Arban yang diusung Partai Gerindra, Hanura, Nasdem, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saat itu, ada satu pasangan jalur independen Aap Aptadi dan H Dodo Djuanda yang ikut meramaikan Pilkada Pandeglang lima tahun lalu. (den/air)