Pebulu Tangkis Banten Gagal ke PON

SERANG – Pebulu tangkis putra dan putri Banten menembus urutan empat besar pada ajang Pra PON 2019. Hasil tersebut membuat tim bulu tangkis Banten gagal ke PON Papua 2020.

Pada ajang Pra PON yang berlangsung di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/11) itu, tim Putri Banten berhasil unggul 3-0 atas Jogjakarta. Sementara tim putra menang dramatis kontra Jogjakarta dengan skor 3-2. Selanjutnya, Banten tak mampu mengatasi perlawanan Jatim saat melakoni laga kedua. Tim putri Banten takluk 2-1 dan putra kalah telak 5-0.

“Memang lawan Jawa Timur sangat ketat mungkin karena faktor tuan rumah juga. Tapi kita sempat ada harapan dari tim putri. Tunggal Putri kita Putri Kusuma Wardani berhasil mengalahkan atlet Jatim penghuni pelatnas,” kata manajer Pra PON Bulu Tangkis Banten Heru Farel, Jumat (15/11).

Dengan hasil tersebut, Banten menghuni peringkat dua wilayah III dan harus menjalani laga play-off untuk meraih tiket PON. Sementara, peringkat satu, Jawa Timur yang mengalahkan Jogjakarta dan Banten lolos secara otomatis ke PON Papua 2020.

Sesuai peraturan Pra PON XX/2020 Papua dari Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indoensia (PP PBSI) juara wilayah dipastikan lolos ke Papua. Sementara untuk runner-up masih harus diadu lagi dengan wilayah lain.

Di babak play off tim putra Banten berhasil mengalahkan Maluku Utara dengan skor 4-1 dan dan NTB 4-1. Tim putra Banten menjadi tim terbaik keempat yang lolos PON XX 2020 setelah Jawa Timur, Bali, dan Papua Barat.

Di bagian putri Banten menang atas Maluku dengan skor 3-0 dan Nusa Tenggara Timur (NTB) dengan skor 3-0. Tim Putri Banten juga menghuni peringkat empat di klasemen akhir Pra PON yang berlangsung di Surabaya ini. Peringkat satu dihuni oleh Jawa Timur disusul oleh Bali dan Maluku Utara.

Sayangnya, raihan tersebut belum memastikan tim Banten melaju ke Papua. Lantaran terganjal ketentuan KONI Banten yang mensyaratkan meraih peringkat satu atau medali emas untuk cabor yang menerapkan sistem dua zona pada Pra PON. “Ya peraturan kita berbeda dengan cabor yang lainya. Semoga ada harapan lain atau kebijakan karena Banten sudah mengantongi tiket bila merujuk ketentuan PP PBSI,” harap Heru. (rbs/nda/ags)