Pebulutangkis Yakin Lolos Pra PON

Raih Medali di Kejuaraan Internasional

Putri Kusuma Wardani tengah melakukan servis saat bertanding di turnamen Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2019, Minggu (5/5) malam di Tangerang Selatan.

TANGERANG – Pebulutangkis asal Banten sukses merebut medali emas dan perak pada turnamen Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2019, Minggu (5/5) malam. Atlet yang mewakili Indonesia ini meraih medali usai melaju di babak final kejuaraan internasional se-Asia ini.

Medali emas diperoleh dari nomor ganda campuran, Rahmat Hidayat dan Febi Setianingrum. Keduanya meraih medali emas usai mengalahkan unggulan kelima Muhammad Gibran Afriansyah dan Aisyah Salsabila Putri Pranata. Keduanya mengandaskan perlawanan kedua atlet yang juga dari Indonesia itu dalam laga yang digelar di GOR PB Jaya Raya, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Atlet asal Banten yang menyumbangkan medali perak berasal dari tunggal putri. Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan pebulutangkis asal China Dai Wang. Kemenangan Dai Wang diperoleh melalui tiga game dengan skor 13-21, 21-11, 21-19.

Prestasi tersebut membuat Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Banten kian optimistis untuk merebut tiket PON 2020 melalui ajang Pra PON 2019 mendatang.

“Melihat permainan atlet Banten saya cukup yakin meraka bisa menjadi harapan Indonesia. Untuk Pra PON sendiri karena ada batasan umur, saya cukup optimis Putri bisa berprestasi,” kata Pelatih bulutangkis Pra PON Banten Irham Idrus, Selasa (7/5).

Diketahui, Putri Kusuma Wardani pada kejuaraan itu turun di KU-19. Pada Pra PON 2019, KU-19 putri sudah dipastikan dipertandingkan. Sementara, dua atlet ganda campuran yang memeroleh emas pada kejuaraan itu turun di KU-17. Namun, Pra PON 2019 belum mengumumkan kepastian KU-17 bakal dipertandingkan.

Selain Putri Kusuma Wardani, PBSI Banten menaruh harapan atlet perempuan lainnya loloas Pra PON 2019. Diantaranya, Viony Florencya asal PB Tangkas, Silvi Wulandari dan Ghaida Nurul Ghaniyu dari PB Djarum.

“Ya, tunggal putri memang kita andalkan di Pra PON nanti, karena secara prestasi semua menunjukkan tren positif. Kalau dengan batasan umur kelahiran 1997, saya harap mereka bisa memperlihatkan kemampuan terbaik,” beber Ketua Pengprov PBSI Banten Ari Wibowo. (rbs/nda)