Pecandu Narkoba Jangan Dipidana

0
1883

SERANG – Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Kejagung RI Darmawel Aswar menekankan agar pecandu narkoba tidak dijatuhi pidana. Jaksa harus teliti menerapkan regulasi bagi pecandu narkoba.

“Orang yang menggunakan narkoba dengan barang bukti yang sedikit diarahkan untuk rehabilitasi,” kata Darmawel Aswar usai menyambangi Kantor Kejati Banten, Kamis (14/1).

Kata Darmawel, selain UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, jaksa yang menganani perkara narkotika harus memperhatikan Peraturan Jaksa Agung Nomor: PER-029/A/JA/12/2015 tentang Petunjuk Teknis Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika. “Ada beberapa regulasi lain yang harus dipahami agar para jaksa mengerti apa yang akan diterapkan,” kata Darmawel didampingi Kajati Banten Asep Nana Mulyana.

Berdasarkan laporan, sambung Darmawel, jaksa di Banten telah melakukan upaya penuntutan rehabilitasi bagi pecandu narkotika. 

Namun diakui Darmawel, antar aparat penegak hukum belum memiliki kesamaan sikap terkait hukuman bagi pecandu narkoba.

“Ini (perbedaan pendapat-red) harus diluruskan kembali kalau jaksa berpikir ini (perkara-red) cukup direhabilitasi, maka penyidik harus berpikiran yang sama begitu juga dengan hakim,” kata Darmawel.

Darmawel mengungkapkan, kebijakan rehabilitasi bagi pecandu narkoba yang memiliki barang bukti sedikit, telah disepakati oleh tujuh instansi. Di antaranya, Kejagung RI, Kepolisian, BNN, Kemenkes, Kemensos, dan Mahkamah Agung. “Satu lagi Kemenkumham. Semuanya sudah setuju dan sependapat untuk merehabilitasi,” tutur Darmawel.

Namun, keputusan rehabilitasi bagi pecandu yang tertangkap harus tetap melalui proses peradilan. “Tetap melalui putusan pengadilan, tetapi diarahkan (putusan-red) ke tempat rehabilitasi (putusan-red),” ungkap Darmawel.

Terkait pidana bagi bandar narkoba, Darmawel mendukung untuk dijatuhkan pidana mati.

“Kalau dia bandar, hukum seberat-beratnya kalau perlu dihukum mati,” tutur mantan Kajati Sulawesi Barat (Sulbar) itu. (mg05/nda)