Pedagang Buah di Terminal Pakupatan Bawa Kabur Motor Temannya

0
546 views
M Satibi (37) di Mapolsek Cipocok Jaya, Kota Serang.

SERANG – M Satibi (37) meringkuk di sel tahanan Mapolsek Cipocok Jaya, Kota Serang, selama dua pekan. Pedagang buah di Terminal Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, itu dijadikan tersangka penggelapan motor milik temannya.

Kasus yang disangkakan kepada Satibi terjadi Senin (23/1) sekira pukul 12.00 WIB. Awalnya, Eko Neri Kiswanto (28) yang dikenal tersangka datang ke Terminal Pakupatan menawarkan casing handphone (HP). Satibi yang sedang menunggu pembeli di lapak dagangannya, menghampiri korban dan menawarkan bantuan menjual casing HP. Untuk itu, tersangka meminjam sepeda motor koban, Honda Supra X 125 bernomor polisi B 3802 BMW.

“Saya bantu jualin ke konter-konter hape di dalam terminal. Tiba-tiba aja, saya ingin bawa pergi motornya,” kata Satibi di hadapan penyidik Polsek Cipocok Jaya, Sabtu (4/2).

Eko Neri Kiswanto setia menunggu Satibi di lapak dagangan tersangka. Korban tak sadar jika sepeda motornya dibawa kabur tersangka.

Eko Neri Kiswanto menyadari kasus yang menimpanya ketika Satibi tak kunjung muncul. Korban langsung melaporkan kasus penggelapan kepada penyidik Polsek Cipocok Jaya.

“Saya langsung hubungi teman (Albert-red) saya di Tangerang, nawarin motor. Dia (teman tersangka-red) mau nemuin sama pembeli. Harganya Rp3 juta,” tutur Satibi.

Sesuai kesepakatan, Satibi dan Albert bertemu di Bundaran Satu Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (24/1). Hati tersangka yang tercatat sebagai warga Sinar Banten Atas, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, itu mungkin sudah tenang sekaligus senang karena akan mendapatkan uang. Namun, Satibi dan Albert tidak tahu jika calon pembeli sepeda motor hasil kejahatan itu tak lain anggota polisi yang menyamar.

“Enggak tahunya polisi. Langsung ditangkap,” ujar bapak dua anak itu kecewa.

Satibi dan Albert langsung dibawa ke Mapolresta Tangerang beserta barang bukti sepeda motor milik korban. Satibi kemudian diserahkan kepada penyidik Polsek Cipocok Jaya. “Saya dibawa ke sini (Mapolsek Cipocok Jaya-red). Udah ketemu kok sama korban, saya udah minta maaf,” kata Satibi.

Pedagang buah itu menjadikan desakan kebutuhan dasar hidup keluarganya sebagai dalih kejahatannya. “Saya butuh duit. Penghasilan saya sehari Rp10 ribu habis buat makan saja. Uangnya buat operasi benjolan di kepala,” ujar Satibi.

Dalih Satibi tidak membuat Kapolsek Cipocok Jaya Komisaris Polisi (Kompol) Syahrul langsung percaya. Kasus penggelapan sepeda motor ini masih didalami lantaran ada kemungkinan Satibi tidak hanya satu kali melakukan kejahatan serupa. “Ada info, pelaku pernah mencuri motor. Kita masih dalami,” tegas Syahrul. (Merwanda/Radar Banten)