Pedagang di Pagebangan Membandel, Satpol PP Bongkar Lapak

Sejumlah petugas Satpol PP Kota Cilegon melakukan penertiban pedagang di Jalan Pagebangan, Selasa (21/1).

CILEGON – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon kembali menertibkan para pedagang di Jalan Pagebangan, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Selasa (21/1). Mereka ditertibkan secara paksa karena membandel dengan kembali berjualan di jalan tersebut.

Sebelumnya, pada Kamis (16/1) lalu, Satpol PP bersama Disperindag Kota Cilegon memindahkan lapak-lapak para pedagang di jalan tersebut ke Pasar Blok F, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon. Namun, sehari kemudian sudah ada satu dua orang pedagang yang kembali berjualan.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan pada Satpol PP Kota Cilegon Sofan Maksudi menuturkan, upaya penertiban itu dilakukan setelah adanya koordinasi antara Disperindag dengan Satpol PP. Menurutnya, penertiban sudah sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2003 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) Kota Cilegon, serta Perda Nomor 6 Tahun 2003 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Melalui kegiatan itu, Satpol PP Kota Cilegon berupaya mengingatkan kepada masyarakat, khususnya para pedagang untuk mentaati perda yang telah ada dengan tidak berjualan di bahu jalan atau trotoar,” kata Sofan, kemarin.

Agar masyarakat tak kembali berjualan di jalan tersebut, Satpol PP akan konsisten melakukan pengawasan dengan terjun langsung ke lapangan. “Nanti kita tempatkan personel yang berjaga di Jalan Pagebangan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Disperindag Kota Cilegon Abadiah menuturkan, pedagang Pagebangan yang membandel mengaku mengalami penurunan pendapatan selama berjualan di Pasar Blok F. Para pedagang berkilah berjualan di bahu Jalan Pagebangan lebih strategis karena jalan tersebut dilalui banyak masyarakat.

“Memang sih saya memaklumi, di situ kan enggak perlu turun dari motor, tinggal berhenti langsung beli, mobil juga sama, tapi kan itu yang membuat macet,” ujar Abadiah.

Abadiah berharap, para pedagang untuk bersabar dengan mentaati aturan. Ia meyakini, lambat laun para pembeli pun akan mengetahui jika lokasi jualan di Pasar Blok F. “Kita butuh proses, kalau sekarang kan wajar masih baru pindah,” tuturnya.

Abadiah mengaku, berterima kasih kepada Satpol PP Kota Cilegon yang telah mendukung program Disperindag dalam upaya penataan pedagang yang kerap berjualan di Jalan Pagebangan. Ke depan ia pun akan terus meningkatkan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya agar pasar Blok F bisa semakin ramai dikunjungi masyarakat.

“Ke depan koordinasi dengan Dishub misalnya agar ada trayek angkot ke pasar Blok F. Itu kan kewenangannya Dishub, agar dikaji seperti apa,” kata Abadiah. (bam/ibm/ira)