Pedagang : Kerugian Kami Bertambah!

Pedagang saat merapikan barang dagangannya, sesaat usai diterjang puting beliung

CILEGON – Angin puting beliung merobohkan sejumlah tenda kerucut di area pameran HUT Peringatan Koperasi ke 68 Tingkat Kota Cilegon, Senin (2/11/2015) siang di lapangan Sumampir, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Kejadian ini, diakui pedagang, menambah kerugian mereka.

Irsal (51), salah seorang pedagang menuturkan, akibat musibah tersebut kerugian yang dialaminya berlipat ganda. “Boro-boro mau mikirin untung, modal saja tidak balik. Barang-barang juga banyak yang hancur karena debu (dari puting beliung),” ujar pedagang mainan anak-anak ini.

Baca Juga : Diterjang Puting Beliung, Tenda Pameran Koperasi Porak Poranda

Untuk berjualan di arena pameran itu, kata dia, pedagang menyewa tenda kerucut yang disediakan panitia dengan tarif Rp2 juta untuk sepekan.

Sepinya pengunjung dalam pameran itu, menurutnya turut menjadi pemicu kerugian yang dialami oleh kalangan pedagang. “Kita tekor waktu, tekor barang, omzetnya tidak ada. Saya melihatnya, sepinya pengunjung ini karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan panitia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawhardana mengaku turut prihatin dengan insiden yang terjadi. Ia mengatakan, pameran yang berlangsung selama sepekan itu dilaksanakan oleh pihak ketiga, dalam hal ini kalangan pengelola koperasi.

“Kita hanya memfasilitasi saja. Sementara yang mendatangkan peserta pameran dan lain sebagainya itu ada di penyelenggara. Tapi, tim kami sudah turun ke lokasi dan saya menginstruksikan agar segera memperbaiki tenda-tenda pedagang itu. Informasi yang saya peroleh cuma ada tujuh tenda yang porak poranda dan menimpa tiga tenda lainnya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara itu, terkait dengan meruginya omzet pedagang yang diduga lantaran sepinya pengunjung pameran, dirinyapun langsung membantahnya. “Sah-sah saja, saya melihatnya wajar kalau cuma ada satu dua pedagang yang mengaku rugi. Tapi yang lain juga banyak yang untung kok. Kita juga sudah melakukan sosialisasi melalui promosi di media cetak dan elektronik untuk acara itu. Jadi jangan dikaitkan dengan insiden ini (puting beliung). Karena itu murni force major,” tandasnya. (Devi Krisna)