Pedagang Merangsek ke Jalan, Pasar Padarincang Perlu Direlokasi

Petugas Satpol PP Kabupaten Serang melakukan operasi simpatik di Pasar Padarincang, Kecamatan Padarincang, Kamis (15/3).

PADARINCANG – Kondisi Pasar Padarincang yang sempit menjadi penyebab kemacetan di Jalan Palima-Cinangka. Sebab, banyak pedagang yang melakukan aktivitas jual belinya hingga ke badan jalan. Hal itu membuat Pasar Padarincang harus segera direlokasi.

Kamis (15/3) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang melakukan operasi simpatik di Pasar Padarincang. Pada operasi itu, petugas Satpol PP mengalihkan para pedagang di badan jalan untuk pindah ke bagian dalam pasar.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hulaeli Asyikin mengatakan, kondisi Pasar Padarincang memang semrawut. Para pedagang, banyak yang berjualan di badan jalan lantaran tidak ada lagi tempat untuk berjualan di areal pasar. Selain itu, juga tidak adanya lahan parkir kendaraan.

“Itu harus segera direlokasi,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler.

Hulaeli mengatakan, Jalan Palima-Cinangka menjadi salah satu akses wisata menuju kawasan wisata Anyar-Cinangka. Oleh karena itu, jika akses wisata itu macet, akan menurunkan kunjungan wisata di wilayah Kabupaten Serang. “Selama pasar belum dipindahkan, macet terus,” ujarnya.

Kepala Seksi Kerja Sama Pengamanan Keputusan Kepala Daerah pada Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Iwan Firmansyah mengatakan, operasi simpatik itu merupakan rangkaian dari hari jadi Satpol PP ke-68. Secara Nasional, Satpol PP melakukan beberapa kegiatan salah satunya operasi simpatik. “Sebelumnya kita juga melakukan donor darah,” katanya.

Iwan mengatakan, operasi simpatik tersebut memberikan imbauan kepada masyarakat terkait kemanan dan ketertiban umum. Salah satunya, kepada para pedangan di Pasar Padarincang yang berjualan di bahu jalan. “Kita tidak menertibkan, hanya mengarahkan saja supaya tidak berjualan di badan jalan. Kalau penertiban nanti ranahnya berbeda,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, proses relokasi Pasar Padarincang akan mulai dilakukan di tahun ini. Wahid mengaku sudah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp6 miliar untuk proses relokasi Pasar Padarincang. “Lahannya sudah ada 1,2 hektare, tapi yang kita optimalkan 8.000 meterpersegi,” katanya.

Kendati demikian, anggaran Rp6 miliar itu tidak mencukupi untuk membangun Pasar Padarincang secara keseluruhan. Karena, Pasar Padarincang akan dibangun dengan pasar Tipe A yang membutuhkan anggaran Rp12 miliar. “Kita akan bangun sesuai dengan anggaran yang ada dulu, mudah-mudahan tahun depan dari provinsi dan Pemkab bisa melanjutkan lagi,” pungkasnya. (Rozak)