CILEGON – Adanya aktivitas pungutan liar (pungli) terhadap pedagang yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pengelola pasar belakangan ini meresahkan sejumlah pedagang di Pasar Blok F/Pasar Kelapa. Pedagang mengaku, pungutan itu bervariasi antara Rp5 ribu hingga Rp20 ribu per bulan tergantung dengan usaha pedagang, dan dikenakan kepada mereka dengan dalih untuk keamanan dan kebersihan. “Padahal kami sudah membayar uang retribusi wajib harian setiap hari. Rp2 ribu untuk uang administrasi dan yang seribunya lagi buat uang sampah. Ini malah diminta lagi buat uang keamanan,” ungkap Hanafi Tohir, salah seorang pedagang, Sabtu (31/1/2015).

Senada dikatakan Jubaedi, pedagang lainnya. Ia mengatakan, oknum itu berdalih, pungutan itu dilakukan untuk disetorkan ke UPTD Pasar. “Dia (oknum-red) ngakunya sih buat disetorin ke UPTD,” katanya.

Terpisah, Kasubag TU UPTD Pasar Blok F Siti Rogayah mengatakan, iuran yang dilakukan oleh para pedagang masuk ke kas daerah dan dikelola oleh retribusi pasar. Namun, kata dia, seharusnya para pedagang hanya membayar Rp1.000 bukan Rp3.000. “Seharusnya para pedagang hanya membayar seribu rupiah, kalau lebih dari itu biasanya sudah ada perjanjian atau kesepakatan antara pedagang dan petugas pasarnya,” paparnya.

Dia mengaku, pihaknya tidak pernah meminta para pedagang untuk membayar iuran keamanan dan sampah, yang mencapai Rp20.000 per bulan. “Kalau sudah bayar iuran per hari, ya sudah tidak ada lagi bayar per bulan, kalau pun itu ada, mungkin itu kesepakatan antara pedagang dan petugas pasar secara sukarela, dan hal itu jelas tidak masuk ke kas daerah, melainkan untuk kepentingan pribadi seperti untuk ngopi dan membeli rokok. Selama ini tidak ada juga pedagang yang mempersoalkan hal itu kepada kami,” kilahnya. (Devi Krisna)