CILEGON – Sejumlah pedagang emprakan membandel berjualan di atas badan jalan beton di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Senin (22/9/2014). Mereka tetap berjualan di atas jalur beton itu karena dirasakan pedagang lebih menjanjikan keuntungan dibandingkan harus berjualan di kawasan terminal pasar yang dijadikan pihak pengelola pasar sebagai lokasi sementara sebelum lahan khusus awning untuk pedagang emprakan disediakan.

“Kalau di sini (di jalan beton-red) pembeli lebih ramai. Soalnya langsung lewat di sini,” ujar Ayen, pedagang sayur mayur yang ditemui di lokasi.

Selain lebih mudah dijangkau pembeli, kata dia, lokasi berjualannya saat ini lebih bersih dibandingkan di kawasan terminal. “Kalau di sana (kawasan terminal-red) kotor banget, kumuh. Lagian juga panas, kalau di sini kan banyak pohon,” katanya.

Terpisah, Kepala UPTD Pasar Kranggot Muhammad Yamin yang dihubungi melalui telpon genggam tidak menampik adanya pedagang yang masih berjualan di badan jalan. “Pedagang itu sudah kita larang berjualan di situ, tapi tetap saja jualan lagi. Malah setiap Jum’at selalu kita tertibkan,” ujarnya.

Kendati telah memberlakukan larangan, kata dia, pedagang emprakan yang dipungut retribusi Rp500 per hari itu masih terus membandel dan memilih berjualan di jalur khusus transportasi itu. “Rencananya, mereka mau kita relokasi setelah awning di bantaran kali yang kita buatkan dapat terealisasi di bulan Oktober nanti,” jelasnya. (Devi Krisna)