Pedagang Takut Tsunami, Warga Kesulitan Cari Kebutuhan Pokok

Pasar Baru Labuan terlihat sepi, kemarin. Ini terjadi karena para pedagang mengungsi karena takut gelombang tinggi.

PANDEGLANG – Pasar Baru Labuan, yang berada di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, pasca tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam, tidak beroperasi. Akibatnya, hingga kemarin (25/12) sore, warga setempat kesulitan untuk kebutuhan pokok mereka, seperti sayuran, lauk pauk, dan bumbu-bumbuan. “Enggak ada ikan enggak ada sayuran, saat ini mengkonsumsi makanan siap saji seperti mie yang dibeli dari warung-warung yang masih berjualan. Kalau Pasar Labuan otomatis enggak beroperasi,” kata Maya ibu rumah tangga asal Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, kemarin.

Maya mengaku kesulitan mencari sejumlah bahan pokok, lantaran tidak ada pedagang di pasar Labuan dan pedagang di pasar Pagelaran yang buka. “Mungkin karena daerah Labuan yang termasuk dekat dengan pantai. Pedagangnya mungkin pada mengungsi,” katanya.

Pedagang sayuran keliling asal Desa Ciawi, Kecamatan Patia, Sarwiti mengaku tidak belanja ke Pasar Labuan maupun ke pasar Pagelaran, karena sepi. “Jangankan warga Labuan, sebagian warga Patia juta sudah pada mengungsi ke daratan tertinggi, jadi wajar pasokan bahan pokok tidak ada, lantaran tidak berjualan,” katanya

Camat Labuan membenarkan, jika pasar Labuan tidak beroperasi, lantaran ada imbauan warga di sekitar pesisir agar menjauh dari pantai karena masih berpotensi gelombang tinggi. “Warga di Labuan yang mayoritas di sekitar pesisir sudah mengungsi di sekitar kantor kecamatan. Jadi enggak ada yang berjualan di pasar. Namun pasokan makanan untuk pengungsi aman,” katanya. (Herman/RBG)