Pegawai BUMN Rakit Senjata Ilegal Diringkus

0
2.535 views

TANGERANG – Polres Kota Tangerang meringkus pemilik bisnis senjata api rakitan secara ilegal di Pasarkemis. Pelaku berinisial PAG (54), merupakan warga Tegal dan pegawai salah satu perusahaan gula milik BUMN.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penangkapan pada pegawai BUMN tersebut hasil dari pengembangan kasus penjualan senjata api ilegal di Pasarkemis yang berhasil diungkap sekira Desember 2019 lalu.

“Pelaku ditangkap di kediamannya di Tegal sekira dua minggu lalu. Pelaku ini satu kelompok dengan dua pelaku sebelumnya yang diringkus di Pasarkemis. Dia ini bertugas sebagai pemasok amunisi atau peluru, tidak hanya itu dia juga membuka jasa merakit senjata api dari airsoft gun,” kata Ary di Mapolres Kota Tangerang, Selasa (28/1).

Ary menerangkan, dalam menjalankan bisnis ilegalnya selama enam bulan itu, PAG memasang tarif yang cukup tinggi, yakni senilai Rp4 juta. Harga tersebut merupakan pembayaran dalam satu proses perakitan atau satu senjata api.

“Dia pasang tarif Rp4 juta dalam sekali perakitan berikut dengan bonus amunisi sebanyak enam buah. Sementara, untuk harga amunisinya saja menurutnya kurang lebih Rp1 juta. Barang-barang ini juga didapatkan dari pasar gelap dan situs belanja online,” ujarnya.

Hasil-hasil rakitannya itu juga dipasarkannya bersama kedua rekannya yang sebelumnya sudah diamankan, yakni EC dan JP. Pemasarannya ini melalui situs online dan pengirimannya melalui pos.

“Dari tangan pelaku, kami amankan 1.105 amunisi, empat buah senjata api dan 34 senjata replika serta airsoft gun dikediamannya daerah Tegal,” ungkapnya.

Setelah diringkus, kini PAG harus bergabung dengan kedua rekannya yang mendekam di Mapolres Kota Tangerang. PAG dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UUD Darurat tahun 1951 ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (Wivy)