Pegawai Dinkes Cilegon Terancam 7 Tahun Penjara

Empat pegawai Dinkes Cilegon (menggunakan topeng) usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Cilegon, Jumat (3/4). Keempatnya terancam pidana tujuh tahun penjara atas tuduhan mencuri masker.

CILEGON – Empat orang pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon terancam pidana tujuh tahun penjara. Keempatnya disangka melanggar Pasal 363 dan atau 374 KUH Pidana lantaran mencuri ratusan boks masker.

Empat pegawai Dinkes Cilegon itu berinsial LL, NS,  MR, dan AW. LL dan NS berstatus aparatur sipil negara (ASN), sedangkan MR dan AW berstatus tenaga harian lepas (THL).

“Dilaporkan pada 1 April, sorenya sudah kita amankan, yang ASN kita amankan di kantor Dinkes, kalau yang THL di kediamannya masing-masing,” kata Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudhis Wibisana di Mapolres Cilegon, Jumat (3/4).

Kata Yudhis, keempat pelaku telah beraksi sejak 16 Maret lalu. Tetapi, perbuatan keempatnya baru diketahui pada 30 Maret. “Ada 120 boks masker yang sudah dijual oleh tersangka, sisanya tinggal 63 picis masker. Dijualnya secara online. Saat ini seluruh tersangka masih ditahan di Polres,” jelas Yudhis.

Yudhis menuturkan, keempat pelaku berbagi tugas. LL adalah otak pencurian yang mengatur aksi mereka. MR dan AW berperan mengambil boks masker dari gudang penyimpanan alat kesehatan (alkes) Dinkes Kota Cilegon. Setelah dicuri, NS bertugas memasarkan masker curian melalui penjualan online. “Harga bervariasi dari Rp50 ribu hingga Rp60 ribu setiap box,” kata Yudhis.

Sementara LL mengaku nekat mencuri masker tersebut lantaran khilaf. Penanggungjawab gudang alkes Dinkes Cilegon itu juga beralasan terdesak kebutuhan ekonomi. LL dan tiga orang rekannya mengakui telah mengantongi uang Rp3,6 juta dari hasil penjualan masker curian tersebut. “Sudah semingguan (menjual masker-red),” ujarnya.

Selain dijual online, masker itu dijual kepada teman-teman atau orang yang dikenal LL. “Saya nyesel, saya khilaf,” ujarnya. (bam/nda/ags)