Pegulat Putri Banten Berlatih di Bulgaria

Pegulat putri Banten Desi Sinta yang tergabung dalam Pelatnas Asian Games 2018.

SERANG – Pegulat putri Banten yang tergabung dalam tim pemusatan pelatihan nasional (Pelatnas) Asian Games XVIII Indonesia 2018, Desi Sinta, diterbangkan ke Bulgaria. Desi bersama 17 atlet lainnya akan menjalani training center (TC) mulai 23 April hingga 18 Juli mendatang.

Ketua Pengprov PGSI Banten Hariyanto menjelaskan, Desi cs tidak hanya sekadar menjalani TC di Bulgaria. Ia akan menjalani serangkaian laga uji coba dengan pegulat Bulgaria dan beberapa negara lainnya.

”Memang judul utamanya latihan. Tapi, di dalam program tersebut juga terdapat banyak laga uji tanding,” ujar Hariyanto ketika ditemui di Sasana Gulat Banten, Ciceri, Kota Serang, Senin (23/4).

Ditambahkan, setelah dari Bulgaria, Desi akan langsung kembali ke camp pelatnas untuk menjalani persiapan khusus. “Masuk camp pelatnas lagi untuk lebih menguatkan teknik yang ada,” imbuhnya.

TC, lanjut Hariyanto, bukan hal baru bagi Desi. Sebelumnya, atau tahun 2017 lalu, Desi juga pernah menjalani TC di Bulgaria selama dua pekan.

Hasil maksimal dan peningkatan kualitas atlet gulat Indonesia selama di Bulgaria 2017 membuat PB PGSI kembali memilih Bulgaria sebagai tempat TC jelang Asian Games 2018.

”Berbeda dengan tahun lalu, dua pegulat Banten tergabung dalam pelatnas, yakni Desi dan Aji Hakiki. Namun, Aji Hakiki terlempar dari skuat pelatnas Asian Games 2018 lantaran menelan kekalahan pada saat tes event beberapa waktu lalu,” paparnya.

Sementara Desi saat dihubungi mengaku, akan lebih fokus untuk memetik banyak ilmu selama di Bulgaria. “Tidak dipungkiri kalau Bulgaria merupakan salah satu kiblat olahraga gulat dunia,” ujarnya.

Ditambahkannya, target khusus tidak hanya sebatas Asian Games, tapi juga PON XX Papua 2020. “Saya kembali ke Indonesia sebulan setelah Lebaran. Sedih pasti dan suasana di Serang dengan Bulgaria pasti berbeda. Tapi, demi Merah Putih saya harus siap. Apa lagi saya juga memiliki tanggung jawab mempertahankan medali emas di PON XX Papua 2020, jadi tetap harus siap,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo menyatakan dukungan dan mengapresiasi prestasi yang ditoreh Desi. Ia meminta Desi manfaatkan waktu di Bulgaria untuk menimba banyak ilmu dan pengalaman. “Timba ilmu sebanyak-banyaknya agar bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia dan Banten,” singkatnya.

Untuk diketahui, Desi rencananya turun di kelas 69 kilogram gaya bebas putri. Ia menjalani pelatnas jangka panjang mulai dari tahun 2016 sebagai persiapan menghadapi multievent Asian Games XVIII Indonesia 2018, Agustus mendatang.

Dipanggilnya Desi ke pelatnas tidak lepas dari prestasi yang diraihnya pada PON XIX Jawa Barat 2016 dengan raihan medali emas. (dre/ful/ira/RBG)