SERANG – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Iif Syafrudin mengatakan, banyaknya jumlah pekerja anak di bawah umumr sebagian besar dipengaruhi oleh faktor ekonomi.

“Kami mendata di Kota Serang ada sekitar 25 pekerja anak jalanan, hanya pekerja anak jalanan yang selalu coba kami bantu. Hal ini berbeda dengan data yang dimiliki oleh Disnakertrans yang berjumlah 69 anak,” ungkap Iif kepada radarbanten.com, Rabu (11/2/2015).

Iif menjelaskan, data yang dimiliki Pemkot Serang seperti puncak gunung sS. “Di bawahnya saya yakin masih banyak terutama di tingkat kecamatan, seperti di wilayah Benggala tempat kumpul anak-anak pekerja jalanan seperti pengemis, tukang semir dan lainnya,” jelas Iif.

Iif mengatakan, pekerja usia anak telah diatur dalam Undang – Undang Ketenagakerjaan dan UU Perlindungan Anak, “Dalam UU Ketenagerjaan mensyaratkan anak-anak bekerja maksimal tiga jam dan harus mendapat izin dari orangtua,” jelas Iif.

Iif berharap, dibentuknya Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (PBPTA), harus diawasi oleh Pemerintah Kota Serang. (Fauzan Dardiri)