Pelabuhan Merak Ditutup Untuk Penumpang

0
888 views
Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo memberikan keterangan pers kepada awak media usai pertemuan.

CILEGON – Pelabuhan Merak akan ditutup untuk penumpang selama 37 hari sejak Jumat (24/4). Hal itu seiring dengan keluarnya ketetapan larangan mudik tahun ini akibat wabah Covid-19.

Kepastian Pelabuhan Merak ditutup untuk para penumpang baik yang menggunakan kendaraan umum maupun pribadi terungkap usai pertemuan antara Direktorat Lalu Lintas Polda Banten, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, dan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak di Pelabuhan Merak, Kamis (23/4).

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo menjelaskan, mengantisipasi pelanggaran larangan mudik, pengawasan dilakukan secara berlapis baik di jalan tol maupun di jalur arteri.

“Akan ada 15 titik. Satu di Gerbang Tol Cikupa, 14 di jalur arteri,” ujar Wibowo, Kamis (23/4).

Di dalam tol, khusus kendaraan bukan angkutan barang akan diarahkan melalui jalur kiri. Seluruh kendaraan penumpang pun akan menjalani pemeriksaan.

Sedangkan di jalur arteri, tak hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, khusunya yang menunjukkan para pemudik akan menjalani pemeriksaan di setiap check point.

Bagi kendaraan yang kedapatan ditumpangi para pemudik akan diminta kembali ke tempat awal kendaraan tersebut. “Harus putar balik, enggak boleh lanjut,” ujarnya.

Aturan itu, lanjut Wibowo mulai berlaku pada Jumat (23/4), pukul 07.00 WIB. Setiap check point akan dijaga oleh petugas dari kepolisian, Dishub, dan TNI.

Sementara itu, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy menjelaskan, di Pelabuhan Merak, check point akan ditempatkan di pintu masuk dermaga reguler dan eksekutif.

Setiap kendaraan masuk menurutnya, akan melewati pemeriksaan berlapis, dari Gerem, hingga pintu masuk pelabuhan.

“Sesuai perintah pemerintah jika tidak ada aktivitas untuk penyeberang,” ujarnya.

Menurut Hasan, Pelabuhan Merak akan tetap beroperasi, namun hanya untuk kendaraan yang diizinkan seperti truk logistik, makanan, obat-obatan, dan sejumlah barang lainnya. (bam/air)