Pelabuhan Merak Kembali Normal

Sejumlah penyeberang akan hendak naik ke atas kapal ferry di Dermaga I Pelabuhan Merak, mereka hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Senin (8/6).

CILEGON – Pelabuhan Merak kembali normal. Aktivitas pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera itu kini kembali seperti sebelumnya, terbuka untuk umum.

Diketahui, sejak wabah pandemi Covid-19, khususnya selama Idul Fitri, aktivitas penyeberangan di pelabuhan itu dibatasi hanya untuk kendaraan logistik, obat-obatan, serta masyarakat yang memiliki dokumen tertentu. Namun, mulai Senin (8/6), aktivitas penyeberangan terbuka untuk siapa pun.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Banten, Nurhadi Unggul Wibowo menjelaskan, dibukanya Pelabuhan Merak untuk umum seiring dengan keluarnya kebijakan New Normal.

Dengan seperti itu, meski operasional pelabuhan terbuka untuk semua pihak, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan baik oleh operator pelabuhan, operator kapal, dan penumpang.

“Kondisi normal lagi tapi tetap melaksanakan protokol kesehatan saya sudah menyurati operator pelabuhan dan operator kapal,” ujar Nurhadi, Senin (8/6).

Menurutnya, dalam surat edaran tersebut ada sejumlah hal yang harus dipatuhi oleh pihak-pihak di area pelabuhan sesuai yang telah diatur oleh pemerintah pusat, baik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ia mencontohkan, seluruh operator kapal harus menyediakan fasilitas kesehatan seperti pencuci tangan atau hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh. Kantin-kantin yang ada di pelabuhan harus mengikuti aturan, salah satunya terkait jaga jarak.

Sedangkan untuk penumpang, wajib memakai masker, dalam keadaan sehat, suhu tubuh normal, serta menjaga jarak dengan penumpang lainnya.

Dengan kembalinya aktivitas pelabuhan maka tidak ada lagi penjagaan sebelum masuk. Adapun petugas yang dibantu oleh kepolisian dan TNI hanya untuk mendisiplinkan masyarakat.

Pantauan Radar Banten, Senin (8/6), suasana di Pelabuhan Merak masih tampak lengang, tapi sejumlah penumpang baik pejalan kaki maupun menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi sudah terlihat.

Penjagaan ketat pun sudah tidak terlihat baik di dalam maupun di gerbang masuk Pelabuhan Merak.

Pemeriksaan dokumen di area pintu masuk pun sudah tidak ada, para penumpang hanya mengalami pengecekan suhu tubuh dan diingatkan menggunakan masker.

Suanda, salah seorang penumpang mengaku bersyukur dengan kembali normalnya aktivitas di Pelabuhan Merak.

“Sebenarnya saya juga awalnya was-was takut enggak bisa naik kapal,” ujarnya.

Ia mengaku mendukung keputusan dikembalikannya aktivitas pelabuhan secara normal. (bam/air)