Pelabuhan Merak Terancam Ditutup

0
781 views

Hanya untuk Angkutan Sembako

CILEGON – Pemerintah melarang mudik lebaran tahun ini. Pelabuhan Merak sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia  berpotensi ditutup untuk penyeberangan penumpang saat arus mudik nanti.

General Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy mengatakan, belum mendapatkan arahan terkait penutupan Pelabuhan Merak. Akan tetapi, penutupan Pelabuhan Merak dimungkinkan untuk angkutan penumpang. “Kalau angkutan sembako tidak mungkin ditutup karena untuk kelancaran logistik. Kalau untuk penumpang bisa saja dilakukan penutupan,” kata Lessy ditemui di Pelabuhan Merak, Selasa (21/4).

Dikatakan Lessy, sampai saat ini belum ada instruksi resmi pemerintah terkait penutupan Pelabuhan Merak. “Kita ikuti saja arahan pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku, baru saja menandatangani Instruksi Walikota Nomor 7 Tahun 2020 tentang Larangan Mudik Bagi ASN Kota Cilegon. Larangan tersebut sebagai upaya yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon dalam meminimalisasi penyeberan virus corona. “Kalau ada yang melanggar akan disanksi berat, ada denda sampai Rp100 juta,” kata Edi ditemui di Kantor Walikota Cilegon, kemarin.

Dikatakan Edi, tradisi mudik jika tetap dilakukan dalam pandemi korona ini berpotensi menjadi penyeberan virus. Potensi penularan virus bisa terjadi dari orang yang mudik karena bisa membawa virus ke kampung halaman, atau juga orang yang mudik tertular virus di kampung halaman dan kembali ke Cilegon membawa virus. “Ini langkah Pemkot Cilegon menindaklanjuti Instruksi Presiden Jokowi terkait larangan mudik,” kata Edi.

Menurut Edi, selain larangan mudik kepada ASN, pihaknya juga mengimbau masyarakat Kota Cilegon untuk tidak mudik ke kampung halaman. Begitu juga dengan warga Kota Cilegon yang sedang berada di luar kota untuk tidak mudik terlebih dahulu ke Cilegon. “Mudah-mudahan dengan menunda mudik pada tahun ini, penyeberan virus korona bisa ditekan dan segera hilang,” harapnya.

Ia menambahkan, saat ini Pemkot Cilegon juga memeperpanjang kerja dari rumah bagi ASN Kota Cilegon. “Kondisi ini karena virus corona ini belum reda, sebagai antisipasi kita,” ujarnya. (bry/alt)