Pelajar Cari Uang Jajan, Malah Jadi Pejambret

Polisi memborgol pelaku kriminal. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com

TANGERANG – Seorang pelajar asal Kampungbuaran, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang berinisial SF (14) merampas barang-barang berharga untuk memenuhi uang jajannya. Perbuatan melawan hukumnya tersebut bahkan telah dilakukannya berulang-ulang. Setelah melakukan berulang kali, aksi SF terhenti setelah Tim Buser Polsek Tangerang menangkapnya di Mal TangCity, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (17/9) lalu.

Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono menerangkan, saat itu sekira pukul 19.00 WIB, SF bersama rekannya berinisial D yang kini masih dalam pencarian, merampas telepon seluler. Perampasan dilakukan dengan cara memepet dua wanita yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor. Korbannya, Ernasari dan Indri dipepet kedua pelaku dari sisi kanan pakai motor juga kemudian pelaku yang dibonceng yaitu SF melakukan perampasan HP korban.

Ewo mengungkapkan, dalam perampasan tersebut sempat terjadi tarik-menarik karena korban mempertahankan satu unit ponsel yang berusaha dirampas pelaku. Dalam aksi tarik-menarik tersebut korban terjatuh dari sepeda motornya hingga mengalami luka yang cukup serius di muka, tangan dan kaki. Setelah terjatuh, korban berteriak minta tolong dan kebetulan saat itu ada anggota Polsek Tangerang yang sedang berpatroli melintas di lokasi kejadian. ”Dibantu sekuriti, akhirnya anggota kami mengejar pelaku,” ungkapnya.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Saat itu, laju sepeda motor pelaku terhenti karena menabrak trotoar. ”Pelaku terjatuh kemudian diamankan ke Polsek. Tapi tersangka lainnya masih dalam pencarian,” imbuhnya.

Ewo menegaskan, pelaku SF masih berstatus sebagai pelajar yang aktif di salah satu sekolah menengah pertama di Kota Tangerang. Begitu pula D yang kini masih buron. ”Kedua pelaku pun telah melancarkan aksi perampasannya sebanyak tiga kali, yakni di kawasan Tanahtinggi, Modernland, dan Mal TangCity,” ujarnya.

Ewo menyebutkan, saat melancarkan aksinya, pelaku tidak membawa senjata tajam. Keduanya mengincar korban yang membawa tas jinjing dan telepon seluler. Karena pelaku masih di bawah umur, dalam proses penyidikan tetap mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pidana Anak. ”Kami harapkan dalam waktu tidak lebih dari dua minggu berkas sudah sampai untuk ditindaklanjuti hakim,” pungkasnya.

Sementara itu, SF mengaku aksi perampasan yang dilakukan bukan pertama kali. Untuk hasilnya dalam setiap melakukan aksi dilakukan pembagian dengan rekannya. ”Hasilnya dibagi dua. Uangnya buat jajan. Sudah sering, sudah tiga kali,” akunya di Mapolsek Tangerang. (Alwan/RBG)