LEBAK – Para pelajar SMK Negeri 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak antusias mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Jumlah siswa yang mengikuti PTM dibatasi sebanyak 50 persen dan diwajibkan mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan pemerintah.
Kepala SMK Negeri 2 Rangkasbitung Edi Ruslani mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang mendasari dilaksanakannya kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolahnya. Diantaranya, 90 persen guru telah divaksin dan PTM terbatas juga mendapatkan persetujuan dari orangtua. Untuk itu, dirinya meminta izin kepada Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Banten Wilayah Lebak.
“Iya, hari ini kita mulai melaksanakan PTM terbatas. Jumlah siswa yang masuk 50 persen. Jadi, dari 36 siswa yang masuk sekolah sebanyak 18 orang,” kata Edi Ruslani kepada Radar Banten, Senin (30/8).
Dijelaskannya, SMKN 2 Rangkasbitung telah menyiapkan fasilitas untuk mendukung kegiatan PTM terbatas. Mulai dari tempat cuci tangan, mengatur tempat duduk siswa, dan membentuk gugus tugas pengawasan prokes dari pengurus OSIS SMKN 2 Rangkasbitung.
“Para pelajar antusias. Mereka masuk pukul 7.00 dan keluar pukul 12.00 WIB,” terangnya.(Mastur)