Pelajar SMP Digilir Tukang Nasgor

0
1.934 views
Kedua pelaku saat akan dibawa ke ruang pemeriksaan UPPA Satreskrim Polres Serang, Rabu (6/1)

SERANG – FS (16) remaja putus sekolah dan RI alias Ujang (26) tukang nasi goreng (nasgor) diamankan petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Serang, Rabu (6/1) pagi. Keduanya diamankan polisi usai menyetubuhi PE (13), pelajar SMP asal Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Minggu (3/1).

Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mariyono mengatakan, FS diamankan saat berada di kediamannya di daerah Kragilan, Kabupaten Serang. Sedangkan RI diamankan di dalam kontrakannya di Kampung Kadingding, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

“Kedua pelaku persetubuhan dengan anak dibawah umur tersebut kami amankan hari Rabu kemarin di dua lokasi berbeda. FS di Kragilan sedangkan RI di Kibin,” kata Mariyono saat dikonfirmasi Radar Banten melalui sambungan telepon, Kamis (7/1).

Mariyono mengatakan, persetubuhan itu terjadi pada Minggu (3/1) pagi di dalam kontrakan RI. Sebelum menyetubuhi korban, kedua pelaku saat itu sedang nongkrong di Kawasan Modern Cikande sambil menenggak minuman keras (miras), Sabtu (2/1) malam. Lalu, pelaku FS menghubungi korban melalui pesan Whatsapp dan mengajaknya nongkrong bersama.

“Korban ini mau diajak asalkan dijemput. Lalu kedua pelaku ini menjemput korban di pinggir jalan dekat rumahnya dengan menggunakan sepeda motor milik RI,” kata alumnus Akpol 2001 tersebut.

Ketiganya menghabiskan waktu berjam-jam di Kawasan Modern Cikande. Lantaran waktu sudah memasuki dinihari, FS mengajak korban menginap di kontrakan RI. Korban sempat menolak. Namun, karena terus dibujuk dan dirayu korban akhirnya mau dibawa ke kontrakan RI. “Korban ini dirayu dan akhirnya mau diajak menginap,” ujar Mariyono.

Setibanya di dalam kontrakan tersebut, kedua pelaku mengajak korban berhubungan badan. Korban ketika itu sempat menolak. Kedua pelaku yang sudah terbawa nafsu kemudian memerkosa korban secara bergiliran. Pagi hari korban pulang ke rumah.

“Saat sampai di rumah korban ini ternyata dicari orang tuanya karena tidak pulang semalaman. Saat diinterogasi korban ini mengaku menginap di kontrakan RI dan telah diperkosa,” kata Mariyono didampingi Kasat Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arief N Yusuf.

Orang tua korban yang tidak terima perbuatan kedua pelaku tersebut kemudian membuat laporan di Mapolres Serang. Polisi yang menerima laporan tersebut memeriksa korban dan kedua orang tuanya. Setelah mendapatkan barang bukti dan alat bukti yang cukup polisi melakukan penangkapan. “Kami langsung lakukan penangkapan karena dikhawatirkan melarikan diri apalagi salah satu pelaku ini berasal dari Lampung (RI-red),” kata alumnus Akpol 2001 tersebut.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Arief N Yusuf menambahkan, dari pengungkapan kasus tersebut pihaknya mengamankan kasur, pakaian korban dan sepeda motor jenis Yamaha Vixion nopol A 6822 FV milik RI. “Barang bukti kasur dan motor kami amankan di dalam kontrakan pelaku,” ucap Arief.

Kedua pelaku disangka melanggar Pasal 81 ayat (1) dan (2) jo Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman pidananya diatas empat tahun penjara,” tutur Arief. (mg05/nda)