Pelaku Kasus Curas di Cikeusik Ditangkap

Siti Aminah Dibunuh Tetangga

AKBP Indra Lutrianto Amstono (ketiga dari kiri) menghadirkan pelaku pembunuhan Siti Aminah, warga Kampung Cikareo, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, berinisial J (membelakangi kamera) di Mapolres Pandeglang, Jumat (2/3). Selain pelaku pembunuhan, polisi juga berhasil mengamankan seorang penadah sepeda motor berinisial D.

PANDEGLANG – Setelah melakukan pencarian selama 14 hari, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang dibantu Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Banten berhasil menangkap pelaku pembunuhan Siti Aminah, warga Kampung Cikareo, RT/RW 01/01, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Rabu (28/2) lalu. Pelaku berinisial J itu merupakan tetangga korban.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk membunuh korban, sepeda motor milik korban, telepon genggam milik korban, tali untuk mengikat korban, dan baju. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, setelah meminta keterangan kepada tetangga korban, petugas menaruh curiga terhadap salah seorang tetangga korban. “Kemarin (Rabu, 28/2) kita telah melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan berinisial J. Dalam waktu 14 hari, Satreskrim Polres Pandeglang dibantu Jatanras Ditkrimum Polda Banten telah menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan di Cikeusik. Pelaku adalah tetangga korban,” katanya di sela ekspose penangkapan pelaku pencurian di Mapolres Pandeglang, kemarin.

Baca juga: Warga Cikeusik Dibunuh, Emas 50 Gram dan Sepeda Motor Raib

Indra menerangkan, motif pelaku adalah terimpit ekonomi karena uang yang didapat dari bekerja sebagai pembuat tahu tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Motifnya ekonomi, pelaku pada saat akan mengambil uang kepergok oleh korban sehingga dilakukan penganiayaan dengan cara mencekik. Setelah korban jatuh, kemudian ditikam menggunakan pisau dapur sampai korban meninggal dunia,” ujarnya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan seorang penadah berinisal D, warga Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, karena sepeda motor milik korban disimpan di kediamannya. “Satu lagi yang kita amankan seorang penadah berinisial D. Dia orang Wanasalam karena barang (sepeda motor-red) milik korban dijual kepada penadah dan kami amankan juga bersama barang bukti sepeda motor milik korban,” katanya.

Di hadapan polisi, pelaku berinisial J mengaku terpaksa membunuh korban karena saat melakukan aksinya, korban melihat tersangka. “Korban kenal sama saya makanya dibunuh. Karena tetangga saya. Saya kerjanya perajin tahu, sebulan dapat uang Rp2 juta. Saya terpaksa mengambil uang karena kebutuhan ekonomi untuk sehari-hari. Kurang uang dari pekerjaan itu. Uangnya saya gunakan untuk main sabung ayam, enggak buat minum. Saya gelap mata waktu itu,” sesalnya seraya membantah dirinya telah mengambil emas seberat 50 gram milik korban. (Adib F/RBG)