Pelaku Pencurian Kabel Telkom di Cilegon Terorganisasi

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso (kedua dari kiri depan) didampingi jajaran para stafnya, menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku untuk mencuri kabel Telkom di Mapolres Cilegon, Selasa (24/4).

CILEGON – Sembilan pelaku pencurian kabel Telkom, Sabtu (7/4) lalu, sangat terorganisasi. Mereka ditangkap ketika sedang melakukan tugas dan perannya masing-masing. Hal tersebut terungkap pada saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Selasa (24/4).

Komplotan itu melancarkan aksinya dipandu oleh pelaku berinisial A, warga Cilegon. A bertugas mencari tempat di mana letak yang strategis melancarkan aksinya. Setelah mendapatkan lokasi yang bagus, A langsung menghubungi dua pelaku lainnya untuk merekrut pekerja sebanyak lima orang. Hebatnya lagi, satu orang di antara delapan pelaku adalah pembeli. Kedelapan pelaku tersebut berasal dari luar Cilegon. Para pelaku tergiur lantaran gulungan kabel Telkom yang berisi sebanyak 800 jenis kabel kecil itu harganya cukup mahal. Mereka bakal dijerat dengan Pasal 363 ayat (4) dan (5) KUH Pidana tentang pencurian yang terorganisasi dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso melalui Kasat Reskrim AKP Dadi Permana Putera mengatakan, para pelaku tersebut sangat terorganisasi. Terbukti dengan adanya satu orang yang khusus bertugas sebagai cepu untuk mengintai lokasi. “Pelaku lainnya bertugas merekrut pekerja dan yang paling parah pembeli pun berada di lokasi,” ujarnya, Selasa (24/4).

Kata Dadi, pelaku sebagai pembeli itulah yang membiayai untuk melakukan aksinya. Pembeli yang menyediakan mobil, alat komunikasi, dan peralatan yang hendak digunakan untuk menggondol kabel. “Pembeli kabel adalah pemodal utama dalam kasus ini. Mereka (pelaku-red) hanya mengintai kabel kecil yang ada di dalam gulungan kabel tersebut. Ada banyak sih kabel kecilnya itu kurang lebih sebanyak 800 jenis untuk kebutuhan elektronik,” ujarnya.

Dadi menegaskan, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (4) dan (5) KUH Pidana tentang pencurian yang terorganisasi. “Kalau yang biasa hanya melakukan pencurian saja, tapi tidak terorganisir,” tandasnya. (Adi/RBG)