Pelaku Penjambretan Kepala SMAN 12 Belum Terungkap

0
528 views
Kepala SMAN 12 Nina Herlina menangis di samping angkum jurusan Pandeglang-Labuan, kemarin.

PANDEGLANG – Pelaku penjambretan terhadap Kepala SMAN 12 Pandeglang Nina Herlina di pangkalan angkot Gardutanjak, Kelurahan Pandeglang, Jumat (9/12) lalu, hingga kemarin (12/12), belum terungkap. Polres Pandeglang mengaku masih menyelidiki kasus tersebut, dengan memeriksa sejumlah saksi, di antaranya saksi korban, Nina Herlina.

“Masih dilidik (penyelidikan-red) oleh anggota Polres Pandeglang. Dua pelaku sempat terlihat oleh anggota saat lari ke Jalan Pandeglang menuju Labuan,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan yang dihubungi Radar Banten, Senin (12/12) sore.

Menurut informasi anggota, kata Ary, ciri-ciri pelaku menggunakan kendaran Yamaha Vixion. Kapolres berjanji, akan menangkap pelaku jambret yang melakukan aksi di pangkalan angkot Gardutanjak, Kelurahan Pandeglang. “Oh ya nanti, kalau ada perkembangan kita kabari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang Salman Sunardi mengaku telah mendapatkan laporan terkait musibah yang menimpa Kepala SMAN 12 Pandeglang Nina Herlina. Kata dia, solusi terkait uang yang raib akan segera dibahas oleh pihak sekolah dan Dindikbud Provinsi Banten.

Ia mengingatkan, maraknya jambret dan begal dengan sasaran bantuan sekolah serta program siswa miskin untuk dijadikan perhatian. Pihak sekolah, wajib meningkatkan kewaspadaan saat pengambilan uang. “Ya bantuan harus tetap diberikan ke siswa. Sebab, kalau tidak ada solusi pasti akan berdampak pada program,” katanya.

Menurut Salman, meski hal itu musibah, tetapi termasuk kelalaian pihak sekolah. Seperti saat pencairan uang bantuan siswa miskin (BSM) harus ada pengamanan atau pendamping, dan tidak boleh seorang diri. “Apalagi, modus jambret dan begal cukup marak yang menjadi sasaran bantuan sekolah, dan siswa miskin. Maka pihak sekolah harus lebih waspada saat pencairan dana bantuan,” katanya seraya mengatakan, kasus serupa juga pernah terjadi pada SMAN 15 Pandeglang. Puluhan juta uang untuk pembangunan gedung melayang.

Dihubungi melalui telepon seluler, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Yangto meminta, Dindikbud Kabupaten Pandeglang maupun Provinsi Banten mencarikan solusi terkait uang senilai Rp71 juta yang melayang diambil jambret.

Agar, kata dia, program bantuan untuk siswa miskin tetap berjalan. “Kalau anak (siswa) kan tidak tahu uang itu hilang atau tidak. Walaupun musibah, uang itu tetap harus diberikan,” katanya.

Yangto pun berharap, pihak kepolisian dari Polres Pandeglang segera mengungkap kasus tersebut serta dapat meningkatkan keamanan terkait maraknya modus pencurian dengan pecah kaca mobil dan jambret. “Memang dalam hal ini, pelaku modus yang sama harus diberikan efek jera,” katanya.

Sebelumya diberitakan, Jumat (9/12) sore, Nina Herlina, Kepala SMAN 12 Pandeglang terkena jambret di dalam angkutan umum, tepatnya di pangkalan angkot Gardutanjak, depan gedung DPD Golkar, usai pengambilan uang dari BNI Pasar Badak. Uang senilai Rp71 juta untuk siswa miskin melayang. (Herman/Radar Banten)