Pelaku Perusakan Proyek PLTU Jawa 7 Bertambah

Ilustrasi
Ilustrasi

SERANG – Polres Serang Kota kembali mengamankan tenaga kerja lokal pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, menjadi 12 orang. Belasan pekerja tersebut diamankan karena terbukti melakukan perusakan, penganiayaan, dan penjarahan barang-barang milik tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, pada Selasa (12/9) pasca aksi unjuk rasa di dalam area PLTU Jawa 7, pihaknya mengamankan sembilan orang pekerja dari 16 orang tenaga kerja lokal yang diduga melakukan perusakan saat aksi unjuk rasa. “Dalam kejadian itu terjadi perusakan dan pemukulan oleh tenaga lokal kepada tenaga kerja asing. Sampai saat ini sudah ada 12 orang yang kita amankan,” katanya, kemarin.

Menurut Komarudin, tindakan tegas kepada belasan tenaga kerja lokal itu dilakukan karena sudah melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Selain melakukan perusakan, belasan pekerja itu juga melakukan penganiayaan dan menjarah barang-barang milik TKA.

“Ke-12 tenaga kerja lokal itu diduga terlibat dalam perusakan dan penganiayaan terhadap karyawan asing. Mohon maaf, jika kita lihat CCTV yang di dalam tindakan mereka sudah memalukan. Mereka melakukan perusakan, penganiayaan, sekaligus melakukan penjarahan,” ujarnya.

Dalam kasus tersebut, Komarudin menjelaskan beberapa barang milik TKA yang dijarah di antaranya barang elektronik dan barang pribadi. Untuk itu, pihaknya melakukan tindakan tegas karena sudah mengarah kepada tindakan kriminal. “Yang kita amankan laptop, sepatu, dan lain-lainnya. Sampai saat ini terus kita dalami pelaku perusakan, penganiayaan, dan penjarahan,” ujarnya.

Terkait soal TKA yang melakukan pemukulan, Komarudin menegaskan, kepolisian masih kesulitan mendapatkan keterangan saksi mata yang melihat kejadian pemukulan tersebut. Sehingga pihaknya belum bisa menetapkan kedua TKA itu sebagai tersangka. “Sampai saat ini kita kekurangan saksi untuk korban. Karena, di TKP kedua mereka hanya melerai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Komarudin menambahkan, apabila terbukti, dua orang TKA asal Tiongkok berinisial TXS dan TCG tersebut dapat dijerat Pasal 170 KUHP, juncto 351 atau 352 KUHP, karena korban hanya mengalami luka ringan. “Dalam kasus ini, saya mengimbau kepada masyarakat tidak menyimpulkan informasi sepotong-sepotong dan cenderung kepada perpecahan,” tambahnya. (BRP/RBG)