Pelaku Teror Bom Kereta Api Ditangkap, Ini Motifnya

0
543 views
Pelaku teror bom berinisial AW (31) sedang ditanyai Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Permana Putera di Mako Polres Cilegon, Sabtu (2/6).

CILEGON – Aris Wahyudi (31), warga Kompleks Korem Kasemen, Kota Serang, dipastikan tidak bisa merayakan Lebaran tahun ini. Aris harus mendekam di balik jeruji besi karena ditangkap oleh petugas kepolisian Polres Cilegon, Satresmob Polda Banten, dan Reskrim Polres Serang di kediamannya sekira pukul 03.00 WIB dini hari, Sabtu (2/6). Aris ditangkap karena melakukan teror bom di dalam kereta api jurusan Merak-Rangkasbitung pada Jumat (1/6) lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, Aris Wahyudi melakukan aksi teror melalui pesan singkat kepada Rasidi karena ada motif dendam kepada kondektur itu. Peristiwa itu bermula saat Aris hendak naik kereta menuju Merak, tetapi tidak membeli tiket. Rasidi yang kesal akhirnya memarahi Aris. Sambil berjalan di atas kereta, akhirnya Aris menemukan nomor ponsel Rasidi di papan officer on duty. Dengan niat iseng, Aris mengirimkan pesan singkat kepada Rasidi bahwa akan meledakkan kereta tersebut. Hingga akhirnya perbuatan iseng itu berbuah penjara bagi Aris.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, pelaku teror bom di rangkaian KA 469 pada Jumat (1/6) lalu, berhasil ditangkap pada Sabtu (2/6) sekira pukul 03.00 WIB dini hari, oleh jajaran kepolisian dari Satreskrim Polres Cilegon dan Satresmob Polda Banten yang melakukan pelacakan terhadap pelaku. Pelaku atas nama Aris Wahyudi (31), diketahui adalah warga Kasemen, Kota Serang. “Ia (Aris Wahyudi-red) ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan dan mengakui perbuatannya” katanya saat ditemui di Mako Polres Cilegon, Sabtu (2/6).

Dikatakan Rizki, pelaku teror tersebut melakukan ancaman akan meledakan KA 469 jurusan Merak-Rangkasbitung lantaran dendam terhadap kondektur KA. “Pelaku mendapat nomor kondektur dari papan officer on duty di kereta yang ada nomor petugas, langsung di-SMS oleh pelaku ke kondektur kereta yang bernama Rasidi itu,” tutur Rizki.

Saat penangkapan, sambung Rizki, anggotanya juga melakukan penggeledahan di rumah Aris Wahyudi. Namun, tidak ditemukan bukti kalau Aris Wahyudi merupakan jaringan teroris. “Itu pelaku tunggal, hanya iseng saja. Karena memang motifnya dendam, tetapi memang proses hukum tetap lanjut,” ungkap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Pelaku teror tersebut dapat diancam hukuman terberat enam tahun kurungan. Aris Wahyudi dijerat Pasal 27 ayat (4) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Konsekuensi hukum harus diterima karena tindakan Aris Wahyudi ini mengancam membahayakan transportasi publik,” kata Rizki.

Ia menambahkan, menjelang arus mudik Lebaran 2018 ini, pihaknya juga telah menyiapkan pasukan untuk pengamanan di tempat-tempat umum seperti terminal, stasiun, dan pelabuhan yang ada di Kota Cilegon. Pengawasan akan diperketat untuk menjamin keamanan para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya. “Seperti aksi iseng juga dilakukan di pesawat beberapa hari lalu. Aksi seperti itu tidak dibenarkan dan membahayakan keselamatan transportasi. Ini juga menjadi atensi kami saat arus mudik kali ini,” tambah Rizki.

Sementara itu, Senior Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) I Edi Kuswoyo mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian yang dalam waktu kurang dari 24 jam berhasil membekuk pelaku teror di atas KA Merak-Rangkasbitung. “Kami serahkan sepenuhnya proses hukum ke kepolisian,” kata Edi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Edi mengatakan, dalam arus mudik Lebaran 2018 ini, Daop I meliputi Jabodetabek dan Banten sudah menyiapkan 1.219 personel keamanan. Terdiri atas 955 personel internal dari KAI dan 264 personel bantuan dari TNI dan Polri. “Setiap rangkaian KA juga dijaga oleh dua polsuska (polisi khusus kereta api) yang bekerja mobile di setiap gerbong saat perjalanan. Ini guna memastikan pengguna layanan kereta api aman,” ujarnya. (Adi/RBG)