Pelaku UMKM Baduy Diajak Gunakan QRIS

0
831 views
Peserta meet the market di Kampung Wisata Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Selasa (10/3).

Kunjungan Direksi BI ke Baduy Luar

Kemajuan dan kemudahan teknologi bukan hanya bisa diakses masyarakat perkotaan, tetapi juga warga Baduy yang jaraknya puluhan kilometer dari pusat Kota Rangkasbitung. Bagaimana antusias warga Baduy yang baru dikenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten?

SUSI KURNIAWATI – LEBAK

QRIS sejak 1 Januari 2020 mulai diimplementasikan di Indonesia. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten serius untuk terus memperluas akses penggunaan QRIS dengan menggelar acara meet the market. Salah satu sasarannya pelaku UMKM yang merupakan warga Kampung Wisata Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, atau biasa disebut dengan warga Baduy Luar.

Untuk memperluas penetrasi penggunaan QRIS, Bank Indonesia menggelar Pekan QRIS Nasional sejak 2-15 Maret 2020. Acara ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Kampung Wisata Baduy, salah satu lokasi yang menjadi sasaran BI Banten untuk memperluas akses QRIS di Banten.

Kampung Wisata Baduy sendiri dipilih karena salah satu ikon Provinsi Banten yang dikenal hingga mancanegara. Unik lokal salah satu konsep yang diusung BI Banten.

Tepatnya Selasa (10/3), sekira pukul 09.30 WIB, rombongan BI Banten yang diwakili Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Layanan Administrasi KPw BI Banten, Erry P Suryanto tiba di lokasi acara yang berada di Rumah Singgah Kawasan Wisata Baduy. Beberapa pelaku UMKM sudah duduk santai di rumah singgah sambil menunggu peserta lainnya.

Para peserta juga terus berdatangan dan memadati rumah singgah yang mampu menampung sekitar 60 orang tersebut. BI Banten mengundang sekira 55 pelaku UMKM Baduy untuk mengikuti acara tersebut. Tepat pukul 10.00 WIB, pembawa acara membuka kegiatan tersebut dan memperkenalkan QRIS kepada tamu undangan yang hadir. Panitia juga memutarkan video tentang kemudahan dan manfaat menggunakan QRIS.

Erry P Suryanto memaparkan secara gamblang mengenai QRIS kepada tamu undangan mulai dari tujuan, manfaat, dan cara penggunaannya. Ia juga mengajak pelaku UMKM menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi. Minimal peserta bisa merasakan manfaat dari QRIS. Sementara perwakilan perbankan juga memberikan penjelasan cara pendaftaran QRIS dengan membuka rekening dan mengisi formulir.

Salah satu pelaku UMKM, Amir yang juga pengguna QRIS diberikan kesempatan untuk menjelaskan manfaat dan kemudahan yang dirasakan selama tiga bulan terakhir menggunakan QRIS. Menurutnya, dengan menggunakan aplikasi tersebut menjadi lebih mudah karena tidak ada transaksi yang terlewatkan. Setelah mendapatkan penjelasan terkait QRIS secara jelas, peserta yang tertarik tampak antusias dengan mendaftarkan diri. Peserta yang tertarik langsung mengisi formulir dan menyertakan berkas kartu identitas.

Beberapa peserta yang tidak membawa berkas juga sengaja pulang terlebih dahulu untuk mengambil KTP agar bisa mendapatkan formulir. Dalam sosialisasi tersebut, BI Banten didukung tiga perbankan yakni BNI, BRI, dan Bank bjb.

Acara yang berlangsung sekira sejam tersebut, disambut antusias peserta. Setidaknya lebih dari 25 peserta yang pelaku UMKM tersebut mendaftarkan diri. Di Kawasan Wisata Baduy tercatat ada 100 pelaku UMKM yang memasarkan berbagai kerajinan khas Baduy seperti tenun, baju pangsi, kebaya, batik, koja atau tas khas Baduy, syal, dan lainnya.

Radar Banten juga sempat mencoba transaksi menggunakan QRIS di salah satu merchant yang tersedia. Proses transaksi juga mudah dan cepat karena tinggal membuka aplikasi uang elektronik yang dimiliki dan melakukan scan barcode. Selanjutnya, tinggal memasukan nomimal transaksi yang perlu dibayarkan.

Tentu dengan adanya QRIS di Kawasan Baduy, wisatawan yang ingin berbelanja tidak perlu khawatir jika tidak membawa uang tunai. Karena tersedia beberapa merchant yang bisa digunakan. Meskipun jauh dari pusat kota, tetapi dengan QRIS pelaku UMKM bisa mengakses keuangan lewat genggaman. (*)