Pelanggar Lalulintas di Lebak Didominasi Pelajar

Kasatlantas Polres Lebak AKP Rahmat Sampurno

LEBAK – Berdasarkan jumlah operasi keselamatan kalimaya yang digelar kepolisian satuan lalulintas Polres Lebak yang dimulai dari tanggal 5 Maret sampai hari ini dan akan berakhir tanggal 25 Maret 2018 mendatang, bahwa jumlah pelanggar berlalulintas didominasi oleh para pelajar.

“Mengingat jumlah pelanggar yang terkena sanksi tilang didominasi para pelajar, saya harap kepada pemerintah Kabupaten Lebak agar menyediakan angkutan sekolah guna menekan anggka pelanggar berlalulintas yang didominasi oleh para pelajar,” ujar Kasatlantas Polres Lebak AKP Rahmat Sampurno kepada Radar Banten Online di ruang kerjanya, Kamis (15/3).

Rahmat mengatakan, rata-rata pelanggaran dilakukan oleh para pelajar, alasan mereka bervariatif, ada yang beralasan karena rumahnya jauh untuk menuju ke sekolahan yang berada di perkotaan dan alasan lainnya. Oleh sebab itu, Rahmat berharap agar pemerintah Kabupaten Lebak menyediakan angkutan khusus untuk para pelajar yang hendak berangkat ke sekolah maupun pulang sekolah. Hal tersebut dapat menekan angka pelanggar berlalulintas terhadap pelajar.

“Ya, saya harap ada angkutan khusus bagi pelajar, karena itu saya kira dapat meminimalisir angka pelanggar berlalulintas terhadap pelajar di Kabupaten Lebak. Selain itu, saya tegaskan bahwa tertib berlalulintas dapat menekan angka kecelakaan. Bukan hanya pelajar saja, dari hasil operasi juga masih banyak masyarakat yang belum melengkapi surat-surat dalam berkendara, seperti tidak memiliki surat izin mengemudi dan tidak menggunakan helm saat berboncengan. Saya harap ada kesadaran bagi masyarakat setelah terjaring razia atau operasi keselematan kalimaya tahun 2018 ini dan kedepannya masyarakat Kabupaten Lebak dapat tertib dalam berlalulintas,” katanya.

Rahmat mengaku, dalam menekan pelanggar berlalulintas terhadap pelajar, kepolisian satuan lalulintas melalui unit Dikyasa sudah melakukan ekstra sosialisasi ke berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Lebak, baik itu SD, SMP dan SMA bagaimana pentingnya tertib berlalulintas.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pengetahuan sejak dini kepada para pelajar, dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas kita lakukan sosialisasi. Itu salah satu upaya kita untuk menekan angka pelanggar berlalulintas terhadap pelajar,” tegasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).