Pelatda PON Gulat, Tingkatkan Fisik dan Kekuatan Otot

Gulat Banten
Atlet gulat PON Banten menjalani pelatda di Sasana Gulat Banten, Ciceri, Kota Serang, Kamis (4/2/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Tim gulat Banten tidak hanya sukses meloloskan enam pegulat menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016, tapi juga mampu memboyong empat medali, yakni satu medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu pada pra-PON yang dilangsungkan di Malang, beberapa waktu lalu.

Medali emas diraih Desi Sinta (kelas 69 kilogram gaya bebas putri), medali perak diraih Aji Hakiki (kelas 65 kilogram gaya bebas putra), dan dua medali perunggu masing-masing disumbang Fajar (kelas 57 kilogram gaya bebas putra) serta Misdia Putri (kelas 53 kilogram gaya bebas putri). Dua atlet lainnya, yakni Samtomo (kelas 80 kilogram gaya grego putra) lolos dengan peringkat kelima dan Ronaldo Silaban (kelas 54 kilogram gaya grego putra) lolos dengan peringkat keenam.

Kepala Pelatih Gulat Banten Susana Hasna Toha mengatakan, hasil yang diraih timnya di pra-PON menjadi gambaran kekuatan menghadapi PON. “Kalau untuk menjadi acuan, boleh saja, tapi tidak boleh ada kata puas dengan hasil pra-PON. Kami jadikan sebagai bahan evaluasi karena kami yakin kekuatan dan kualitas anak-anak Banten masih bisa ditingkatkan. Tentu saja kita tidak akan terlena dan berusaha meraih yang lebih baik lagi di PON nanti,” kata Susana kepada Radar Banten, kemarin.

Susan menambahkan, pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON telah dimulai tidak berapa lama setelah memastikan lolos PON. “Fokus kami saat ini adalah meningkatkan fisik dan kekuatan otot. Sekarang porsi latihan fisik lebih banyak dari pada teknik karena kami memiliki target khusus. Latihan fisik dan otot untuk memperkuat bantingan serta kuncian. Setelah itu ada persiapan khusus yang lebih mematangkan teknik dan taktik,” jelasnya.

Untuk sementara ini, pelatda masih berlangsung di dua tempat, yakni Tangerang dan Serang. “Sementara, waktu pelatda kami sesuaikan dengan keberadaan atlet. Tapi, minimal sepekan sekali kami latihan bersama. Bisa di Serang atau di Tangerang,” tutur Susana.

Sementara itu, Manajer Gulat Banten Alfred Daenuwy optimistis, gulat mampu memperbaiki prestasi di PON XIX Jawa Barat 2016 nanti. “Kami enggan sesumbar, tapi bila melihat kualitas dan materi atlet yang lolos, optimisme kami semakin besar. Kami yakin mampu memberi yang terbaik di PON nanti. Kualitas anak-anak sangat menjanjikan dan terus menunjukkan peningkatan. Mudah-mudahan dengan kerja keras akan menghasilkan prestasi membanggakan,” ucapnya singkat. (RB/dre/air/dwi)