Pelatda PON Wushu Benahi Latihan Fisik dan Teknik

Wushu Banten
Atlet wushu PON Banten menjalani latihan fisik dan fitness di ruang Gym KONI Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (26/1/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Setelah sukses meloloskan sembilan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016, cabang olahraga (cabor) wushu tak lantas bersantai. Wushu Banten langsung mempersiapkan atlet menjalani pemusatan pelatihan daerah (pelatda) PON.

Dilansir dari Harian Radar Banten, dari sembilan atlet yang lolos, empat di antaranya sukses menggondol medali perunggu dan lima atlet lainnya menempati peringkat keempat. Kesembilan atlet yang akan menjalani sentralisasi, yakni Iva Ainul Wafa (kelas 48 kilogram putri), Diska Juliani Septian (kelas 56 kilogram putri), Mia Amelia (kelas 60 kilogram putri), Taufan Noviansyah (kelas 48 kilogram putra), Rudi Hartono (kelas 52 kilogram putra), Alex Hendro Batubara (kelas 56 kilogram putra), Arif Budianto (kelas 60 kilogram putra), Maxi Nahax (kelas 70 killogram putra), dan Riki Asriel Refwalu (kelas 75 kilogram putra).

Manajer Wushu Banten Dimas Septian mengatakan, pelatda sudah dimulai pascadua pekan tampil di Pra-PON. Untuk sementara, pelatda masih bersifat persiapan umum. “Kami kembali ke persiapan umum mengingat masih banyak kekurangan yang perlu dievaluasi. Persiapan umum meliputi pembenahan fisik, penguatan otot, dan teknik dasar (pukulan, tendangan, tangkisan). Ini hasil evaluasi kami atas penampilan atlet di pra-PON,” kata Dimas di sela memantau atlet latihan fisik di Gym KONI Banten, kemarin sore.

Dimas menambahkan, berlatih fitness salah satu upaya untuk meningkatkan fisik dan penguatan otot. “Peralatan yang ada di fitness KONI Banten seperti treadmill dan angkat beban sangat bagus untuk latihan ketahahan fisik dan pengencangan otot. Kita sudah punya peralatan di KONI, tinggal dimanfaatkan. Persiapan menuju PON masih panjang, kita harus benar-benar menyiapkan atlet sebaik mungkin untuk menuju prestasi terbaik di PON nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelatih Wushu Banten Wiwit Widiana optimistis, dengan menggelar pelatda jangka panjang maka kualitas atlet akan semakin bagus dan matang. “Kami sudah menyiapkan menu pelatda. Kekurangan di pra-PON menjadi prioritas pelatda. Makanya, kami kembali ke persiapan umum agar kemampuan atlet meningkat di semua aspek, baik fisik, kekuatan otot dan lain-lain,” ucapnya.

Selain menggelar pelatda untuk meningkatkan kualitas atlet, ia juga berharap KONI memfasilitasi tryout untuk meningkatkan pengalaman dan mengasah mental bertanding atlet. “Sebenarnya kami memiliki atlet bertalenta, hanya saja mental bertarung yang belum bagus. Kalau untuk meningkatkan skills dan teknik cukup dengan sentralisasi pelatda. Kalau untuk membentuk mental, harus sering bertarung atau mengelar tryout. Kalau mentalnya sudah bagus, teknik secara alami akan mengikuti,” pungkas Wiwit. (RB/dre/air/dwi)