Pelayanan Administrasi Kependudukan Dihentikan Sementara

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengimbau masyarakat Banten untuk tidak datang ke Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) karena pelayanan administrasi kependudukan dihentikan selama sepekan mulai Senin (23/3). Masyarakat dianjurkan untuk menggunakan sistem online.

“Karena pegawai juga diberlakukan kerja di rumah. Maka masyarakat juga harus mematuhi imbauan pemerintah. Semoga melalui cara ini, penularan Covid-19 dapat diminimalisir,” kata Gubernur dikutip dari siaran pers, Selasa (24/3)

Berdasarkan laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, tingkat kunjungan masyarakat ke kantor Dukcapil kabupaten/kota sudah berkurang dibandingkan hari biasanya. Bahkan sebelum pukul 11.00 WIB, sejumlah kantor Dukcapil sudah kosong.

Kepala DP3AKKB Banten Sitti Maani Nina menjelaskan, meski diberlakukan work from home (WFH), namun pelayanan Dukcapil di Provinsi Banten dipastikan tidak terganggu dan akan mengawal pelayanan melalui sistem online.

“Kami tadi juga melakukan video conference dengan para pegawai yang bekerja di rumah. Sambil memantau dan memastikan agar pelayanan tak terganggu. Makanya Kepala Bidang telah ditugaskan untuk terus melakukan monitoring dan pemantauan,” katanya.

Nina mengakui hari Senin masih ada pelayanaan tatap muka seperti pengambilan dan legalisir. Namun diharapkan semuanya sesuai instruksi Gubernur dapat melaksanakan secara online selama sepekan ke depan dan akan ditinjau kembali perkembangannya.

Nina berharap agar seluruh warga mematuhi imbauan pemerintah dalam mengakses pelayanan publik. Salah satunya yakni dengan menjaga jarak dan menggunakan masker, hand sanitizer, sarung tangan sebagai alat untuk melindungi apabila terpaksa harus melakukan pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil.

“Khusus bidang Dukcapil, sebagai pembinaan kepada kabupaten/kota agar terus berkoordinasi terkait pelayanan yang menggunakan protokol Corona ataumelakukan social Distancing,” jelas Nina. (aas)