Pelayanan Ekstra untuk Arus Mudik Lebaran 2018

0
164

SERANG – Berbagai evaluasi pelayanan saat arus mudik terus dilakukan sejumlah pihak agar lebih baik dari tahun sebelumnya. Mulai dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, pengelola Tol Tangerang-Merak, hingga kesiapan dari pemerintan daerah.

Pelayanan ekstra bagi pemudik untuk arus mudik Lebaran Idul Fitri 2018, disebut-sebut bakal dilakukan lebih maksimal dari tahun kemarin. Upaya itu akan dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Direktorat Angkutan Multimoda.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fariz Rizki menyatakan, pihaknya menyiapkan pelayanan ekstra untuk masa mudik Lebaran tahun ini. Segala aspek pelayanan ditingkatkan lebih banyak dibandingkan hari biasa, bahkan pada masa mudik Lebaran Idul Fitri tahun lalu. Menurutnya, pelayanan ekstra disiapkan oleh PT ASDP sejak dari proses pembelian tiket, pelabuhan, di dalam kapal, hingga sampai tujuan, yaitu Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Untuk proses pembelian tiket, masyarakat bisa melakukannya secara online dengan mengunjungi website resmi PT ASDP Indonesia Ferry atau layanan minimarket. Untuk pembelian tiket secara langsung, masyarakat bisa membeli di Rest Area Tol Tangerang Merak, minimarket, dan loket yang ada di Pelabuhan Merak.

Agar pembelian tiket secara langsung lancar di Pelabuhan Merak, PT ASDP Indonesia Ferry pun meningkatkan jumlah loket. Jumlah loket jauh lebih banyak dibandingkan hari biasa bahkan dibandingkan dengan masa mudik pada tahun yang lalu.

Untuk loket pejalan kaki, biasanya hanya enam loket dan 22 loket pada mudik tahun lalu, sedangkan pada mudik Lebaran tahun ini akan dibuka 31 loket. “Kendaraan roda dua 30-an loket, roda empat menjadi 17 loket,” ujarnya.

Untuk pelayanan di dalam pelabuhan pun, lanjut Fariz, PT ASDP Indonesia Ferry mengintegrasikan pelayanan dengan kereta api di Stasiun Kereta Api Merak dan bus di Terminal Terpadu Merak. Menurutnya, dengan integrasi itu diupayakan masyarakat bisa sampai ke kapal dengan aman dan nyaman.

“Di atas kapal kita pun menyiapkan fasilitas lebih memadai seperti warung ASDP yang makanan dan minumnya lebih higienis. Tempat bermain anak. Menyiapkan kondisi toilet lebih bersih, sampai tiba di tujuan kita siapkan angkutan yang terintegrasi,” tuturnya.

Terkait skenario operasional kapal, dijelaskan, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan tiga skenario. Pertama, skenario normal, ASDP menyiapkan 30 kapal dengan ukuran kecil, sedang, dan besar untuk mengangkut para pemudik.

Jika kondisi menjadi padat, skenario yang disiapkan adalah pengoperasian 33 kapal dengan ukuran sedang dan besar. “Semakin padat kita operasikan 35 kapal, yang kita utamakan berukuran besar,” tuturnya.

Soal usia kapal, menurut Fariz, hal itu tidak terlalu berdampak signifikan karena setiap tahunnya kapal selalu mengalami perbaikan. “Ketebalan pelat dan segalanya kan diperiksa. Jika perlu diganti maka harus diganti,” katanya.

Sementara itu, Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengklaim bahwa sejumlah ruas jalan yang akan menjadi jalur mudik Lebaran 2018 di Provinsi Banten dalam kondisi baik dan bisa dilalui kendaraan pemudik dengan lancar. “Jalan-jalan yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi dalam kondisi baik dan siap dipakai arus mudik,” kata Kepala DPUPR Banten Hadi Suryadi kepada wartawan, Senin (21/5).

Hadi mengungkapkan, jalur utama mudik di Provinsi Banten, yakni Tol Jakarta-Merak saat ini dalam kondisi cukup baik. Begitu juga dengan jalan utama Jakarta-Merak yang bukan tol juga dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui. “Memang sekarang masih ada sedikit perbaikan-perbaikan, tapi secara umum jalannya sudah bagus,” ujarnya.

Terkait tiga jalur utama arus mudik yang menjadi kewenangan provinsi, kata dia, kondisi jalan dalam keadaan mulus karena sudah dibeton dan satu jalur aspal seperti biasa dengan kondisi jalan juga baik. “Ada tiga jalur utama yang menjadi kewenangan provinsi untuk jalur mudik maupun jalur wisata. Semuanya saat ini bagus jalannya,” kata hadi.

Ketiga ruas jalan Provinsi Banten tersebut, di antaranya Serang-Gunungsari-Mancak hingga menuju kawasan wisata Anyar. Kemudian jalur Palima-Pasar Teneng yang juga menuju kawasan wisata Pantai Anyar, Carita, dan sekitarnya serta jalur Mengger-Mandalawangi yang menuju Pantai Carita Pandeglang. “Jalur alternatifnya juga ada seperti Lingkar Selatan di Kota Cilegon. Memang saat ini dalam kondisi perbaikan karena banjir kemarin,” tambah Hadi.

Ia menambahkan, anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan yang ada di Dinas PUPR Provinsi Banten tahun 2018 sebesar Rp1,4 triliun. Anggaran tersebut di antaranya sekitar Rp300 miliar untuk pembebasan lahan dan sekitar Rp700 miliar untuk pembangunan jalannya. “Lain-lainnya untuk irigasi, situ, danau, dan infrastruktur penunjang lainnya,” urai Hadi.

DILARANG MELINTAS

Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak akan mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2018. Dalam aturan itu, disebutkan bahwa pada arus mudik pembatasan berlaku mulai 12 Juni hingga 14 Juni atau H-3 sampai H-1 Lebaran.

Pembatasan angkutan barang yang dimaksud adalah angkutan dengan ketentuan jumlah berat yang diizinkan (JBI), yakni lebih dari 14 ribu kilogram. Tidak hanya itu, pembatasan juga berlaku pada mobil barang sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

Divisi Humas dan Hukum PT Marga Mandala Sakti Indah Permanasari mengatakan, pihaknya akan mengikuti aturan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. “Pembatasan itu dikecualikan untuk angkutan yang membawa sembako,” ujar Indah, Senin (21/5).

Selain pembatasan angkutan yang bertujuan untuk menjamin keselamatan dan ketertiban lalu lintas, Indah mengatakan, pihaknya juga meningkatkan infrastruktur Tol Tangerang-Merak. Salah satunya, pembenahan lajur keempat Bitung-Balaraja Barat. “Kami sudah menyiapkan berbagai antisipasi agar tak terjadi kemacetan,” tuturnya. Bahkan untuk mengatasi terjadinya kepadatan di Gerbang Tol Merak, pihaknya juga sudah melakukan rekayasa lalu lintas.

Kata dia, ruas Tol Tangerang-Merak tidak terkena pemberlakuan pelat nomor ganjil genap. (Deni S-Rostinah-Bayu M/RBG)