Pelayanan Enam Puskesmas di Kabupaten Serang Belum Penuhi Standar

0
192 views

SERANG – Pelayanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dinilai belum merata. Masih ada enam puskesmas dari 31 puskesmas yang ada di Kabupaten Serang yang belum memenuhi standar akreditasi.

Keenam puskesmas itu antara lain Puskesmas Gunungsari, Puskesmas Kibin, Puskesmas Pematang Kecamatan Kragilan, Puskesmas Nyompok Kecamatan Kopo, Puskesmas Binuang, dan Puskesmas Lebakwangi.

“Dari 31 puskesmas, saat ini sudah 25 puskesmas yang terakreditasi, tinggal enam lagi,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Agus Sukmayadi kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Senin (29/7).

Dijelaskan Agus, akreditasi puskesmas menggunakan standar penilaian yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Meliputi sembilan bab, 42 standar, dan 776 elemen penilaian. Instrumen penilaian berkaitan dengan pelayanan, sarana prasarana, dan manajemen puskesmas.

Secara garis besar ada sembilan bab standar penilaian. Di antaranya penyelenggaraan pelayanan puskesmas, kepemimpinan dan manajemen, serta peningkatan mutu dan manajemen risiko. Pihaknya berencana mengajukan akreditasi keenam puskesmas agar tahun ini peningkatan pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas merata.

“Insya Allah 2019 sudah terakreditasi semua untuk Kabupaten Serang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang Cholis Rowiyan mendorong Pemkab untuk segera mengajukan akreditasi enam puskesmas yang belum terakreditasi. Hal itu agar pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas merata. “Kalau belum semua terakreditasi berarti kan tidak merata. Ada puskesmas yang pelayanannya baik, ada juga yang belum,” ujarnya.

“Dampaknya pasti pelayanan tidak maksimal,” imbuhnya.

Menurut Cholis, optimalisasi pelayanan puskesmas harus diutamakan di wilayah terpencil dan jauh dari akses rumah sakit yang menjadi satu-satunya akses pelayanan kesehatan masyarakat. “Kalau di wilayah perkotaan kan dekat dengan rumah sakit, di wilayah terpencil jauh. Harapan satu-satunya ya puskesmas ini,” tandasnya. (Rozak/RBG)