Pelayanan Pasien Covid-19 Jangan Tebang Pilih

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

SERANG – Ombudsman Perwakilan Banten meminta rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Banten tidak melakukan diskriminasi terhadap pasien yang menjalani isolasi. Hal itu terungkap dalam dialog interaktif virtual melalui live streaming akun Facebook resmi Ombudsman Banten, Jumat (29/5).

Hadir sebagai narasumber Direktur Utama RSU Banten Dr. Danang Hamzah, Direktur Utama RS Drajat Prawiranegara dr. Rachmat Setiadi, dan Direktur Utama RSU Kabupaten Tangerang drg. Hj. Nanik Isnaini.

Dialog interaktif yang dipandu Eni Nuraeni selaku Kepala Keasistenan Pencegahan pada Ombudsman RI Perwakilan Banten, mengangkat tema Kesiapan RS Rujukan Covid-19 di Banten dalam menangani Pasien Covid-19.

Di awal dialog, Rachmat Setiadi menyampaikan bahwa RS Drajat Prawiranegara adalah RSUD rujukan berdasarkan SK Kementerian Kesehatan. Saat awal menangani pasien Covid-19, pihaknya sempat mengalami kebingungan dalam penanganan pasien Covid, khususnya dalam memenuhi kebutuhan APD, bagi para tenaga kesehatan. Namun, menurut Rachmat, kebutuhan tersebut bersama dengan sarana prasarana lainnya sudah relatif teratasi sejak April lalu. “Untuk sekarang RSDP (Rumah Sakit Drajat Prawiranegara-red) sudah siap, dan kami sudah memisahkan antara pelayanan pasien Covid dan non Covid. Setelah lebaran, pasien non Covid yang datang ke RSDP lebih meningkat” ujar Rachmat.

Saat ini, terdapat 9 pasien Covid dirawat di RSDP. “Semua pasien Covid kami tangani semuanya sesuai protokoler kesehatan, tidak ada perbedaan,” tuturnya.

Adapun kendala yang dihadapi RSDP, saat ini kata Rachmat, pihaknya belum memiliki alat rontgen portable.

“Saat ini kami masih menunggu bantuan alat rongten dari pemprov,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSU Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa pelayanan di RSU Kabupaten Tangerang terkait pelayanan Covid meliput layanan Pencegahan penularan, klinik Covid, IGD Covid, perawatan Covid, Laboratorium diagnostic, radiologi diagnostic, pelayanan ambulasi, pemulasaraan jenazah, dan pengelolaan limbah.

“Terkait pencegahan kami melakukan edukasi kepada masyarakat agar selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan penggunaan masker. Untuk rawat jalan pasien Covid selama 3 bulan ini, RSUD Kabupaten Tangerang sudah melayani 1.163 pasien tanpa diskriminasi,” ujar Nanik.

Sedangkan Direktur Utama RSUD Banten Danang menyampaikan bahwa RSUD Banten merupakan RSUD pusat rujukan dimana seluruh tempat tidur di RSUD Banten digunakan hanya untuk pasien Covid-19.

“Sejak 25 Maret, kami hanya menerima pasien rujukan dari seluruh rumah sakit, kami tidak menerima dari Puskesmas. Adapun pasien umum dialihkan ke rumah sakit terdekat,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, RSUD Banten memiliki 250 tempat tidur yang seluruhnya digunakan untuk pasien Covid-19.

“Ada 21 dokter spesialis, 51 dokter umum dengan jumlah seluruh SDM yang menangani Covid 19 yaitu 581 SDM,” tegasnya.

Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Perwakilan Banten, Zainal Mutaqin, menyampaikan apresiasiasi kepada RSUD Banten, RSDP Serang dan RSUD Kabupaten Tangerang atas segala upaya dalam penanggulangan Covid -19.

“Kita apresiasi karena RS rujukan di Banten tidak ada yang melakukan diskriminasi dalam melayani pasien Covid,” ujarnya. (den/nda)