Pelayanan Publik Dituntut Lebih Cepat

0
78
Bupati Irna Narulita menerima sertifikat sebagai pembicara pada acara Stadium General 'Peluang dan Tantangan Smart City di Kabupaten Pandeglang' yang diselenggarakan STIA Banten di CAS Waterpark, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Selasa (19/9). FOTO: HERMAN/RADAR BANTEN

MAJASARI – Bupati Irna Narulita mengatakan, dalam mengimbangi peningkatan kecerdasan intelektual sumber daya manusia (SDM) dan perkembangan teknologi, Pemkab Pandeglang dituntut cepat tanggap dalam melakukan pelayanan. Salah satu caranya, kata Irna, dengan smart city.

“Mengapa harus menjadi smart city (kota cerdas-red)? Karena saat ini sebagian besar masyarakat sudah pintar. Sedangkan pelayanan yang dilakukan masih kurang cepat. Maka dengan adanya smart city kita akan lebih open data atau lebih terbuka salah satunya di bidang ekonomi, pembangunan, dan bidang lainnya,” kata Bupati saat menjadi pembicara pada acara Stadium General ‘Peluang dan Tantangan Smart City di Kabupaten Pandeglang’ yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten di CAS Waterpark, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Selasa (19/9) pagi.

Hadir dalam Stadium General ini, Ketua STIA Banten Pryo Handoko, Wakil Ketua I Bidang Akademik STIA Banten Dirlanudin, President Director PT Krakatau Steel (KS) Mas Wigrantoro Roes Setiadi, Dosen FISIP Untirta Serang Anis Fuad, sejumlah civitas akademik STIA Banten, dan ratusan mahasiswa.

Irna meyakinkan, dengan menggunakan elektronik di masa serbateknologi ini, dapat memudahkan penyampaian program pembangunan pada tahun berjalan kepada publik dengan cepat. “Sehingga kita juga mengambil peran masyarakat dalam mengontrol pembangunan. Apa saja pembangunannya, sesuai atau tidak tidak pembangunannya,” ujarnya.

Namun, Irna mengaku, pengoperasian smart city milik Pemkab saat ini masih memiliki kendala, khususnya SDM atau orang yang ahli ilmu teknologi (IT). “Sehingga para OPD (organisasi perangkat daerah) belum cepat respons terkait pengaduan dari masyarakat melalui smart city tersebut,” katanya.

Sementara itu, pembicara lain, President Director PT KS Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan hal yang sama. Kata dia, sekitar 60 kabupaten kota di Indonesia yang mengklaim sudah memberlakukan smart city. Tujuanya, kata dia, untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih mudah dan cepat.

Menurutnya, agar masyarakat lebih dekat dengan Pemkab maka pelayanan smart city harus terakses oleh semua warga yang tersebar di seluruh kecamatan. “Pada dasarnya ketika kita bicara smart city, seharusnya tidak hanya satu wilayah saja yang terakses, tetapi harus seluruh masyarakat di setiap kecamatan. Jadi masyarakat merasa lebih dekat dengan pemerintah,” katanya.

Mas Wigrantoro mendukung langkah Pemkab Pandeglang, yang telah memberikan informasi dengan cepat dan informasi terbaru. Soalnya, melalui peluang itu akan terjalin hubungan lebih mesra dan lebih serasi, antara pemangku kebijakan, pengusaha, dan dengan masyarakat. (Herman/RBG)