Pelayanan RS Tak Memuaskan, BPJS Kesehatan Terbuka Terima Pengaduan

0
747 views
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Banten Kalimantan Barat dan Lampung Bona Evita (kanan) berbincang-bincang dengan wartawan di kantornya, Kota Serang, Kamis (11/6).

SERANG – BPJS Kesehatan sangat terbuka menerima pengaduan dari masyarakat mengenai pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang melayani peserta BPJS Kesehatan.

Pengaduan dapat disampaikan langsung kepada petugas BPJS Kesehatan yang ada di rumah sakit, di kantor cabang, call center 1500 400, layanan Voice Interaktif JKN (Vika) dan Chika.

“Kami tidak antipati terhadap keluhan dan harus kami lihat duduk persoalannya. Pasien bisa sampaikan keluhkan ke petugas kami di rumah sakit. Di rumah sakit juga ada sistem informasi pengaduan yang sudah tertera nomor kontaknya,” jelas Bona Evita, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Banten Kalimantan Barat dan Lampung, kepada wartawan di Kota Serang, Kamis (11/6).

Pengaduan dari peserta, kata Bona Evita, akan disampaikan kepada rumah sakit sesuai dengan mekanismenya. BPJS Kesehatan dengan rumah sakit telah melalukan kerja sama secara tertulis yang memuat klausul hak dan kewajiban, serta ketentuan-ketentuan lainnya. Rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus memenuhi semua persyaratan, seperti izin operasional, akreditasi, fasilitas dan pelayanan, serta sistem informasi.

“Misalnya bila ada yang tidak dijalankan, maka akan ada surat teguran. Tapi harus ada komunikasi dan koordinasi terlebih dahulu,” katanya.

Di dalam pemberian sanksi, lanjut dia, selalu ada umpan balik yang diberikan kepada rumah sakit. Saat ini pun belum ada pemutusan kerja sama dengan rumah sakit karena permasalahan yang ada selalu diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi, termasuk dengan pemerintah daerah dan asosiasi rumah sakit.

BPJS Kesehatan, lanjut dia, terus meningkatkan inovasi pelayanan melalui aplikasi Mobile JKN yang sudah diunduh jutaan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui aplikasi itu, peserta dapat mengubah layanan kelas perawatan, cek iuran, pendaftaran secara online ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan lainnya. “Yang terbaru di Mobile JKN ada skrining mandiri Covid-19,” jelas Bona Evita. (aas)