CILEGON – Indonesian Port Corporation (IPC) PT Pelindo II (Persero) Banten membuka peluang kerjasama dengan Pemkot Cilegon dalam hal pengelolaan rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari.

General Manager IPC PT Pelindo II Banten Chiefy Adi mengungkapkan, pihaknya tidak menampik bahwa keberadaan lahan pelabuhan seluas 45 hektare itu sempat menarik pihaknya untuk membangun kerjasama dengan pola-pola tertentu. “Saya sudah sampaikan ke Walikota, kalau Pemkot ingin pelabuhan itu berkembang, ayo jual separuh sahamnya (lahan pelabuhan-red) ke Pelindo. 20 atau 40 persen, sehingga kita bisa mengoperasikan dan berkontribusi ke APBD sebagai pihak yang expert di bidang port operation,” ujarnya, Kamis (26/2/2015).

Melirik iklim dunia usaha di Cilegon, kata Chiefy, pihaknya memandang majunya sebuah perusahaan jasa kepelabuhanan akan lebih baik bila didukung adanya kompetisi dan kolaborasi, termasuk berkolaborasi dengan BUMN tersebut. “Kita siap kalau diajak kerjasama, apapun kontribusinya, kita mau. Mau dalam bentuk saham, ataupun KSO. Soalnya, ini adalah bisnis yang menarik, dan sudah menjadi perhatian investor asing,” katanya. “Yang pasti saya sudah tawarkan rencana ini ke Walikota, saya katakan, bapak (Walikota-red) minta share berapa?. Dia jawab, akan dipikirkan,” ungkapnya menirukan tanggapan Walikota.

Sementara itu, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi yang dikonfirmasi terkait dengan hal itu mengatakan, pihaknya saat ini masih terfokus pada rencana pembangunan infrastruktur lahan pelabuhan yang didapat dari hasil tukar guling lahan Kubangsari dengan PT Krakatau Steel itu. “Kita intinya merangkul semua pihak (yang menawarkan kerjasama-red), termasuk Pelindo II. Kan pembangunan pelabuhan itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi siapapun, termasuk Pelindo II, selama itu mendorong positif pada pendapatan pemerintah daerah, kita apresiasi,” katanya. (Devi Krisna)