Abdul Hakim Lubis

CILEGON – Sekretaris Daerah Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis tampak berhati-hati dalam memberikan keterangan terkait kelanjutan pembangunan Pelabuhan Warnasari dengan pihak lain. Padahal General Manager Indonesian Port Corporation (IPC) PT Pelindo II (Persero) Banten Chiefy Adi Kusmargono belum lama ini terang-terangan menyatakan bahwa pihaknya berhasrat untuk membangun kerjasama dengan Pemkot Cilegon. PT Pelindo berminat membangun pelabuhan di lahan seluas 45 hektare setelah melalui sejumlah pertemuan dengan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku pengelola lahan tersebut.

“Saya katakan, kita belum membicarakan hal itu (kerjasama). Kita tunggu dulu calon Walikota terpilih dilantik sehingga nanti ada kebijakan seperti apa,” ujar Sekda, Jumat (29/1/2016).
Lubis yang juga menjabat sebagai Komisaris di PT PCM menambahkan, peluang kerjasama dengan seluruh pihak untuk membangun pelabuhan impian Pemkot Cilegon sejak dulu itu masih terbuka. “Tak hanya dengan PT Pelindo II saja, kerjasama dengan pihak lainnya masih memungkinkan selama berimbas positif pada tambahan pendapatan daerah. Ya prinsipnya kalau Pemerintah Daerah ini terbuka saja. Artinya semua punya kepentingan. Tidak hanya pihak lain, akan tetapi Pemerintah Daerah juga punya kepentingan di sini,” tambahnya.

Lubis enggan membeberkan pola kerjasama yang diinginkan Pemkot Cilegon. Pasalnya sebelumnya diketahui, rencana kerjasama Pemkot dengan PT Samudera Indonesia (SI) yang sempat berminat untuk membangun Pelabuhan Warnasari kandas dijalan, lantaran Pemkot merasa kurang diuntungkan melalui pola kerjasama dengan sistem Build, Operate and Transfer (BOT) yang memakan waktu kerjasama lama, yakni sekira 30 tahun.
“Itu nanti akan kita lihat, seperti apa pola kerjasamanya. Yah kalaupun mau kerjasama (dengan PT Pelindo II), mereka harus buatkan FS dan DED-nya (pelabuhan warnasari) kita kaji bareng-bareng seperti apa kelayakannya,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, PT Pelindo pusat saat ini sudah dalam tahap serius merancang pola kerjasama dengan Pemkot, menyusul adanya sejumlah kunjungan survey lahan Warnasari yang juga telah dilakukan oleh mantan Dirut PT Pelindo RJ Lino. (Devi Krisna)