Pelompat Dari KMP Nusa Jaya Diduga Tak Masuk Manifest

0
365 views

CILEGON – Identitas penumpang kapal ferry KMP Nusa Jaya yang diduga melompat dari kapal pada Jumat (30/10) lalu sampai kemarin, Kamis (5/11) belum diketahui.

Diduga penumpang berjenis kelamin laki-laki itu tidak masuk manifest penumpang kapal yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Bahkan tim pencarian tubuh penumpang tersebut pun belum tahu ihwal data pribadi, pasalnya tim pencarian tak kunjung menerima data baik dari ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak selaku pengelola pelabuhan maupun PT Putera Master Sarana Penyeberangan selaku perusahaan pemilik kapal.

Sampai kemarin proses pencarian masih berlangsung, meski telah sepekan, tubuh penumpang tersebut masih belum ditemukan oleh tim gabungan.

Humas Basarnas Banten Warsito pun membenarkan jika hingga kemarin data pribadi penumpang yang diduga melompat itu masih belum diketahui.

Ia pun menduga jika penumpang tersebut tak masuk dalam daftar penumpang serta ilegal.

“Identitas korban hingga saat ini belum ditemukan, itu (masuk) manifest penumpang atau ilegal?, masalahnya kalau penumpang yang turun untuk pejalan kaki 30 orang dan kendaraan itu di Bakauheni penumpang utuh, diduga itu penumpang gelap,” ujar Warsito kepada Radar Banten, Kamis (5/11).

Terkait proses pencarian, menurut Warsito kemarin menjadi hari terakhir, pasalnya belum ada tanda-tanda tentang korban.

Menurutnya, jika suatu hari tanda-tanda itu yang berkaitan dengan jasad korban ditemukan, proses pencarian akan kembali dilanjutkan.

Proses pencarian selama ini terkendala oleh cuaca yang tidak baik. Kemudian lokasi jatuhnya korban pun merupakan jalur lalu lintas pelayaran.

“Kemungkinan ditemukan kalau sudah timbul. Nelayan-nelayan juga belum melapor telah menemukan korban,” ujarnya.

Dikonfirmasi Radar Banten, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy menjelaskan pihaknya pun menunggu laporan dari Basarnas sebagai tim pencarian.

Soal data korban yang diduga tidak masuk manifest tersebut, seharusnya telah masuk manifest karena proses pembelian tiket melalui daring atau online.

“Sekarang gini, lebih jelasnya koordinasi dengan mereka (Basarnas), kalau di pihak ASDP kan sekarang penjualan tiket online, bagaimana kita tahu dia tidak masuk manifest, diperiksa semua, kalau tidak ada, jangan-jangan dia nyelip dalam mobil,” ujarnya.

Hasan pun enggan lebih jauh mengomentari tentang tidak diketahui nya identitas penumpang yang telah melompat dari kapal Fery KMP Nusa Jaya tersebut.

“Kami tidak bisa menduga itu penumpang gelap atau bukan,” ujarnya. (Bayu)