Peluang Ati Kecil, Gerindra Berambisi Tantang Petahana

Ilustrasi
Ilustrasi

CILEGON – Meski Desk Pilkada Partai Gerindra Provinsi Banten memberikan peluang pada bakal calon kepala daerah petahana untuk mengikuti penjaringan. Namun, peluang untuk mendapatkan dukungan dianggap kecil.

Hal tersebut secara tegas diutarakan Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Provinsi Banten Ali Mustofa. Menurutnya, semangat Gerindra pada Pilkada 2020 adalah menantang petahana. “Sejak awal semangat Gerindra menantang petahana meski memberikan peluang pada petahana,” ujar Ali kepada Radar Banten, Minggu (1/12).

Kata Ali, dengan seperti itu, pada penjaringan saat ini pihaknya memprioritaskan bakal calon nonpetahana. Jika nanti nilai rata-rata petahana sama dengan salah satu nonpetahana, maka nonpetahana itulah yang akan direkomendasikan dan diusung Gerindra. “Jadi ada perioritas pilihan. Karena kita semangatnya begitu, sejak awal begitu, dan masih kita pertahankan,” papar Ali.

Menurutnya, yang mendasari Gerindra masih memegang semangat menantang petahana karena selama ini beberapa wilayah yang dipimpin petahana belum menunjukkan perubahan signifikan. Salah satunya Kota Cilegon. Ia menilai, perubahan di Cilegon tidak signifikan.

Saat ini, lanjut Ali, proses penjaringan yang sedang berlangsung adalah tahapan wawancara kepada seluruh peserta penjaringan pilkada empat kabupaten kota di Provinsi Banten.

Proses wawancara dilakukan oleh perwakilan Desk Pilkada masing-masing kabupaten kota dan Desk Pilkada Partai Gerindra Provinsi Banten. Diketahui, di Banten pada 2020 mendatang akan ada empat kabupaten kota yang akan menyelenggarakan pilkada. Di antaranya Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang.

Tes wawancara itu digelar untuk melihat kesiapan para bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Gerindra. Sejumlah aspek yang ditanya yaitu terkait kepartaian, aspek integritas calon, visi misi, kepemimpinan, jaringan sosial bakal calon, logistik, dan persiapan untuk pemenangan.

Usai tes wawancara pihaknya akan melakukan investigasi di lapangan sekaligus survei untuk menguji tingkat popularitas serta elektabilitas bakal calon. Rangkaian panjang itu menurutnya akan berlangsung hingga pertengahan April 2020 mendatang. Menurutnya, proses panjang itu dilakukan partai karena Partai Gerindra pada Pilkada 2020 mendatang menargetkan kemenangan di seluruh daerah.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Kota Cilegon Sadeli menjelaskan, untuk keputusan bakal calon kepala daerah yang mana menjadi kewenangan DPD dan DPP. Pihaknya hanya penghantar saja dan memberikan sejumlah pertimbangan.

Salah satu pertimbangan yang akan disodorkan oleh Desk Pilkada Cilegon adalah hasil dari proses wawancara yang saat ini sedang berlangsung. “Makanya kita juga hadirkan mahasiswa dan media agar DPD dan DPP menilai secara komprehensif, ternyata kita enggak main-main,” papar Sadeli.

Sejauh ini, menurutnya, sudah ada lima orang yang telah mengikuti tes wawancara. Yaitu Reno Yanuar, Ratu Ati Marliati, Malim Hander Joni, Helldy Agustian, dan Faturohman. Satu orang yang tidak memenuhi undangan yaitu Silvy. Sedangkan untuk tiga orang lain yaitu Awab, Iye Iman Rohiman, dan Erick Rebiin dijadwalkan pada Sabtu (7/12) mendatang.

Menanggapi pernyataan Ali, Partai Golkar Kota Cilegon sebagai pengusung Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati pada pilkada menilai hal tersebut merupakan hak Partai Gerindra. Sekretaris Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas meyakini Ratu Ati Marliati tetap akan mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra. “Kan petahana yang seperti apa dulu yang ditantang oleh Gerindra, yang pasti petahana yang tidak mempunyai visi misi yang sama. Saya rasa Bu Ati pengecualian, kami yakin bisa diusung,” ujar Sutisna.

Sebagai bentuk keseriusan Ati ikut penjaringan Gerindra, pada Sabtu (30/11),  telah mengikuti tes wawancara. Selanjutnya, komunikasi baik secara kelembagaan maupun personal akan dilakukan Golkar demi bisa mengantongi rekomendasi dari Gerindra. (bam/ibm/ags)