Peluang Rano-Embay Untuk Menggugat Ke MK Hanya Pada Kecurangan Pilkada

0
558 views
Ilustrasi

SERANG – Peluang Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno dan Embay Mulya Syarief untuk membawa proses Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) hanya pada kasus kecurangan Pilkada. Sedangkan hasil pemungutan suara, Paslon nomor dua tersebut tidak bisa memperkarakannya ke MK karena telah melebihi batas aturan.

“Karena didalam Undang-Undang KPU kalau kurang 1 persen baru bisa disengketakan, karena selisihnya diatas satu persen paling yang bisa diajukan gugatan kasus kecurangan yang terjadi,” ujar pengamat politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Agus Sjafari, Senin (27/2).

Menurut Agus, pengajuan gugatan hasil Pilkada kepada MK merupakan hak peserta. Khusus kasus Pilgub Banten tahun ini, menurutnya baik penggugat maupun yang digugat harus memperkuat data karena yang bisa dijadikan materi hukum gugatan terkait kecurangan-kecurangan selama pesata demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung.

Agus menilai, kendati pertarungan merebut kursi pimpinan di Banten ini lanjut ke MK, tidak akan terjadi pemungutan suara putaran kedua seperti halnya di Jakarta. Menurutnya, kalau pun terjadi pemungutan suara ulang, hanya di sejumlah TPS atau daerah yang ditemukan pelanggaran atau kecurangan saja.

“Indikasi pelanggaran atau kecurangan mungkin saja terjadi dilakukan oleh siapapun, hanya saja, seperti yang saya sebutkan tadi, keduanya (paslon) harus menyiapkan data, karena data yang akan bertarung,” katanya.

Agus pun memperkirakan, kendati pemungutan suara ulang terjadi di sejumlah TPS tidak akan merubah hasil Pilgub secara signifikan. Dan menurutnya, paslon nomor satu masih akan menjadi pemenang.

Untuk diketahui, kemarin, KPU Provinsi Banten melakukan rekapitulasi suara di Hotel The Royale Krakatau Cilegon. Hasilnya, kemenangan untuk Paslon Wahidin Halim-Andika Hazrumy. Paslon nomor urut satu tersebut meraih suara 2.411.213 atau 50.95 persen, sedangkan Rano-Embay meraih suara 2.321.323 atau 49.05 persen dengan total suara sah 4.732.536 atau sekitar 63 persen dari jumlah DPT. Dengan hasil tersebut, kedua paslon memiliki selisih angka 1.90 persen. (Bayu)