Pemakaman Jenazah Covid-19 Tanpa Prokes

0
446 views
Prosesi pemakaman pasien Covid-19 asal Kramatwatu di TPU Kaliwadas, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (25/10). Pemakaman dilakukan oleh warga sekitar karena tidak ada petugas dari RSUD Banten.

Hanya Diantar Sopir Ambulans

SERANG – Warga Kampung Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, mengaku kecewa dengan pelayanan RSUD Provinsi Banten. Penyebabnya, jenazah pasien Covid-19 asal Kramatwatu hanya diantarkan oleh sopir ambulans ke tempat pemakaman umum (TPU) untuk dikuburkan, Minggu (25/10).

Pemakaman tidak memakai standar protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Tidak ada petugas yang hadir memakai pakaian hazmat yang biasa melakukan pemakaman jenazah Covid-19.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, warga berinisial E (50) berjenis kelamin laki-laki tinggal di RT 005/RW 001 Kramatwatu dinyatakan meninggal di RSUD Banten, Sabtu (24/10) pukul 14.30 WIB. Lantaran RSUD Banten terkendala pemandian jenazah, akhirnya jenazah baru diantarkan ke TPU pada Minggu (25/10) pukul 10.00 WIB.

Jenazah diantarkan menggunakan ambulans  rumah sakit hanya diantarkan oleh sopir dengan alat pelindung diri (APD). Setiba di tempat pemakaman umum (TPU) Kaliwadas RT 003/RW 001, Kramatwatu,  pemakaman diurus oleh lima orang yang terdiri dari kerabat dan warga yang sebelumnya telah menggali kuburan 15 jam lalu untuk pemakaman jenazah.

Ketua RT 003 RW 001 Kramatwatu, Alam, mengaku heran dengan pelayanan yang diberikan RSUD Banten terhadap jenazah pasien Covid-19. “RSUD Banten itu kan rumah sakit rujukan Covid-19. Tidak ada orang, cuma ada sopir berpakaian APD,” ujarnya kepada Radar Banten, Minggu (25/10).

Alam menuturkan, sebelumnya almarhum E sebulan dirawat di RSUD dr Dradjat Prawiranegara mengidap penyakit lambung kronis. Karena dinyatakan reaktif oleh pihak rumah sakit E dirujuk ke RSUD Banten. “Sabtu 14.30 WIB meninggal dunia,” terangnya.

Alam menyayangkan perlakuan terhadap jenazah almarhum yang hanya diantar oleh sopir ambulans. Padahal, RSUD Banten sebagai rujukan pasien Covid-19 harusnya memberikan layanan sesuai dengan prosedur pemakaman Covid-19. “Kami ini kan enggak tahu aturan. Tapi, sangat disayangkan saat prosesi pemakaman hanya kami berlima,” katanya.

“Kami ingin memastikan, apakah almarhum merupakan pasien Covid-19 atau bukan. Sehingga masyarakat tak kebingunan,” tambah Alam.

Tokoh masyarakat Kramatwatu Irsal juga mengaku kecewa terhadap pelayanan jenazah yang diberikan RSUD Banten. Seharusnya pemakaman pasien Covid-19 dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. “Ini mana ada. Harusnya selama pemakaman penyemprotan disinfektan. Pakai APD. Ini mah tidak,” terangnya. (fdr/alt)