Pemakaman Tiga Korban Kecelakaan Truk Tanah

“Mama, Mama, Jangan Pergi. Aku Mau Ikut”

ISAK tangis anak sulung korban meninggal Fatmawati, Kayla (6), pecah saat pemakaman tiga jenazah kakak beradik itu di TPU Selapajang, Kecamatan Neglasari, Jumat (2/8). Tiga kakak beradik itu, almarhumah Fatmawati (27), Nanda Saputra (24), dan Warid (21), merupakan korban kecelakaan tertimpa truk tanah pada Kamis (1/8).

HAIRUL ALWAN – TANGERANG

Kayla (6) tak henti meneteskan air mata sambil terisak saat melihat jenazah ibunya, Fatmawati, beserta dua jenazah pamannya dibawa menuju liang lahat di TPU Selapajang Jaya. Kayla yang digendong oleh ayahnya bernama Nico tak kuasa melihat tubuh ibunya terbujur kaku. Ia terus menangis sambil sesekali berlindung ke pundak ayahnya sambil terus menangis.

“Mama, mama, jangan pergi, aku mau ikut,” ujar lirih perempuan kecil berkerudung kuning itu.

Perempuan kecil yang mengenakan baju merah jambu itu terus digendong ayahnya. Raut wajah Kayla masih terlihat murung dengan tatapan kosong. Sementara adiknya, Fatika Aisyha, balita 13 bulan yang selamat dari insiden kecelakaan maut, digendong oleh kerabat almarhum. Fatika juga terus menangis lantaran dalam proses penyesuaian peralihan ASI ke susu formula.

Tak hanya Kayla, ibu korban, Asnia (60), juga terlihat lemas dan pucat hingga akhirnya terjatuh di area pemakaman. Mulut Asni terus bergerak berdoa sambil memeluk liang lahat ketiga anaknya.

Beberapa kerabat dekat lainnya, baik perempuan maupun laki-laki banyak yang menangis di atas tiga kuburan korban kecelakaan maut di Jalan Imam Bonjol, Cibodas itu. Bahkan, ada yang mesti dibopong untuk berdiri saat prosesi pemakaman selesai.

Nico yang masih menunjukkan raut wajah murung menceritakan sebelum almarhumah istrinya pergi naik taksi daring menuju Tanah Abang, Fatmawati sempat membangunkan untuk salat subuh.

“Dia (Fatmawati-red) bangunin saya suruh salat, dia juga menyiapkan pakaian untuk anaknya sekolah, baru berangkat. Saya merasa tidak ada isyarat apa pun, tapi saya ikhlas,” ungkapnya sambil berkaca-kaca.

Kata Nico, sebetulnya pada Kamis (1/8) bukan jadwal ia belanja ke Tanah Abang, tetapi lantaran adiknya baru saja membuka toko baru, ia berangkat untuk mengantarnya.

“Saya sudah larang tadinya, saya bilang Senin (5/8) saja, tapi tetap maksa mau berangkat. Dia mau mendukung adiknya usaha,” urainya.

Wakil Walikota Tangerang Sachrudin yang menjenguk Nico mengaku, berbela sungkawa atas insiden yang menimpa keluarga Nico. Ia turut mendoakan Fatmawati dan dua adiknya yang menjadi korban kecelakaan truk tanah. “Semoga husnul khotimah,” ujarnya. (*)