Pemandu Karaoke Tewas Akibat Penyakit Lambung

0
118
Ekspose di Mapolres Tangsel, Serpong, Sabtu (23/9).

TANGERANG – Kematian Suhesti seorang pemandu lagu CC Executive Karaoke, BSD City disebabkan penyakit lambung akut yang dideritanya.

Demikian dikatakan Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho dalam ekspose di Mapolres Tangsel, Serpong, Sabtu (23/9) lalu. Kata Alexander, Suhesti meninggal di Rumah Sakit Medika, Serpong, Kamis (21/9) lalu. Pernyataan Alexander itu sekaligus menepis pemberitaan Suhesti meninggal di tempatnya bekerja.

Menurut dia, Suhesti, atau kerap dipanggil Ecih tersebut, Kamis (21/9) masih bekerja seperti biasa. Dalam kesempatan itu, Alex melampirkan bukti tayangan CCTV bahwa sebelum dibawa ke rumah sakit, Suhesti sudah kembali ke kos-kosan yang berada di kawasan Serpong.

”Melalui CCTV dari kos-kosan tersebut, terlihat bahwa sebelumnya korban sudah masuk kos-kosan diantar dua rekannya menggunakan sepeda motor. Dan beberapa saat kemudian keluar kembali bersama seorang teman laki-lakinya dengan menggunakan mobil,” ujar Alexander.

Dia menambahkan, guna memperoleh keterangan penyebab kematian perempuan yang berasal dari Jawa Tengah ini, bersama dengan petugas lainnya melakukan penggeledahan di dua tempat, yakni di tempat Suhesti bekerja dan di kamar kosannya.

Dari penggeledahan tersbeut, Polres Tangsel mendapati beberapa obat yang sudah dikonsumsi sebanyak tujuh macam. ”Setelah mendengar keterangan dari beberapa saksi, korban memang diketahui memiliki penyakit lambung akut. Dan rutin mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri,” ujar Alex.

Obat yang ditemukan dalam penggeledahan tersebut adalah Omeprazole, Mefinal, Ranitidine, Puyer 16, Mixagrip Flu, dan Paracetamol masing-masing satu lembar serta obat Omepraole.

Setelah melakukan pemeriksaan medis, diketahui korban meninggal akibat kerusakan organ tubuh dalam. Namun ketika akan dilakukan otopsi, pihak keluarga meyakinkan bahwa memang benar Suhesti sudah lama menderita sakit lambung.

”Jadi yang kita lakukan adalah visum luar saja, karena keluarga sudah menerima kematian dari korban,” ujarnya.

Dalam ekspose ini juga Alex menyanggah adanya keterlibatan anggota Polri dalam kejadian ini. ”Jadi kalau ada berita bahwa Pemandu Lagu ini di-booking oleh anggota Polri itu tidak benar. Karena buktinya, memang sudah terekam di CCTV kos-kosan korban,” pungkasnya. (MG-04/RBG)