Pemantauan Toko Diperketat, Terkait Dua Suplemen Mengandung Babi

0
650 views
Ilustrasi/Inet

SERANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang akan melakukan pemantauan ke toko-toko obat dan makanan yang menjual Viostin DS dan Enzyplex tablet. Hal itu dilakukan karena dua suplemen itu mengandung DNA babi sebagaimana hasil pengujian sampel uji rujuk suplemen makanan Viostin DS dan Enzyplex tablet.

Enzyplex adalah obat lambung dan saluran pencernaan yang mengandung enzim-enzim pencernaan, multivitamin, dan mineral untuk melancarkan pencernaan dan metabolis.  Sementara, Viostin DS merupakan suplemen makanan yang digunakan untuk meringankan osteoartritis, rematik, dan gangguan pada persendian dan tulang rawan.

Kepala BPOM Serang Nurjaya Bangsawan mengatakan, Badan POM RI sudah menginstruksikan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan distribusi produk dengan nomor bets tersebut. “PT Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS. PT Medifarma Laboratories juga telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran,” ujar Nur, Kamis (1/2).

Kata dia, berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas positif mengandung DNA babi. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM RI menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan. Termasuk, yang terdeteksi positif mengandung DNA babi dan tidak mencantumkan peringatan mengandung babi.

“Kami juga akan secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan,” terangnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak resah atas kejadian itu. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Toyalis belum mendapatkan surat terkait dua suplemen tersebut. “Kalaupun masih ada yang beredar, yang berwenang melakukan penarikan adalah BPOM,” ujar Toyalis. (Rostinah/RBG)