Pembalap MotoGP ini Hanya Berlatih Otodidak

Berbeda dengan pembalap MotoGP pada umumnya, Christian Sarron bukanlah atlet yang pernah dibina oleh pelatih berpengalaman. Sebaliknya, pembalap asal Prancis tersebut justru hanya bermodalkan kemampuan hasil belajar secara otodidak.

Tidak dapat dipungkiri, selain talenta, peran pelatih balap sangatlah krusial bagi para kontestan MotoGP. Bahkan pembalap sekelas Valentino Rossi juga pernah merasakan dilatih oleh para pembalap hebat. Namun, hal berbeda terjadi pada Sarron. Dia mengaku tidak pernah menerima binaan oleh pelatih.

“Saya tidak memiliki manager atau pun pelatih. Jadi tidak ada yang mengajarkan saya bagaimana untuk mengendarai motor. Saya mempelajarinya sendiri,” ucapnya sebagaimana dilansir dari laman resmi MotoGP.

Kendati demikian, bukan berarti seluruh trik dalam balapan berhasil dia pelajari sendiri. Ada kalanya dia mencontek kemampuan balap dari lawan-lawannya.

“Ketika saya melihat para pembalap Amerika menggoyangkan pinggulnya, saya terkadang mencobanya. Ketika menggoyangnya, saya dapat mengontrol motor lebih baik,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Sarron mengaku untuk dapat bersaing di eranya, hal tersebut belumlah cukup. Dia juga harus berjuang lebih giat untuk mengalahkan pembalap-pembalap binaan pelatih besar.

“Saya harus terus mendorong batas kemampuanku. Saya juga harus bekerja lebih keras agar dapat lebih dekat dengan mereka untuk mencoba mengalahkan mereka,” ungkapnya.

“Saya memang hanya pernah memenangi kejuaraan Grand Prix sebanyak satu kali. Tetapi saya dapat memasuki podium beberapa kali,” sambungnya.

Untuk diketahui, Selama berkarir dari tahun 1976 hingga 1990, Sarron berhasil meraih 37 podium dan satu kali kemenangan Grand Prix. Kemenangan tersebut diraihnya pada tahun 1984 di kelas 250cc. (JPC)