Pembangunan Bandara Bansel Dilanjut

0
1.115 views
Ilustrasi/jpnn.com

SERANG – Rencana pembangunan bandara Banten Selatan di Kabupaten Pandeglang dilanjut. Sebelumnya, salah satu proyek strategis nasional tersebut dicoret oleh pemerintah pusat karena tidak adanya progres signifikan.

Informasi dilanjutnya proses pembangunan bandara tersebut diungkapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim dalam acara Festival Pesona Tanjung Lesung di area Tanjung Lesung Beach Club, Kabupaten Pandeglang. “Kita sudah lakukan komunikasi agar itu dilanjut, sudah disiapkan lahan 600 hektare,” kata WH, Jumat (21/9).

Dijelaskan WH, lahan yang akan digunakan tersebut merupakan milik Perhutani di Sobang, Kabupaten Pandeglang. Komunikasi penggunaan lahan tersebut sudah dilakukan. “Tapi nanti kita pinjam pake atau tukar, nanti kita bahas, itu (lahan-red) Perhutani, keperluan untuk bandara,” ujar WH.

Menurut mantan walikota Tangerang tersebut, restu dari Presiden Joko Widodo untuk pembangunan bandara kembali keluar dengan syarat ketersediaan lahan. Menurutnya, yang terpenting adalah adanya lahan sebagai lokasi pembangunan bandara. Terkait alasan penghentian proyek tersebut sebelumnya, dijelaskan WH, karena selama lima tahun terakhir tidak ada progres pembebasan lahan. “Bandara kalau ada lahannya jadi, sekarang pembebasan lahan ada,” ujarnya.

WH menilai keberadaan bandara tersebut sangat penting untuk menunjang pariwisata yang ada di wilayah Banten Selatan. Dengan adanya bandara dan Tol Serang-Panimbang, akses menuju destinasi wisata Banten Selatan akan terbuka lebar. “Pembangunan fisik jalan tol rencana dilakukan tahun depan, 2019 ditarget sudah bisa beroperasi,” kata WH.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku mendukung gerakan pariwisata yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, sudah saat pemerintah bekerja, tidak hanya sekadar berteori. “Tunjukan kerja nyata, nanti pas saya ke sini lagi, bukan lagi isi sambutan, tapi pencanangan, peletakan batu pertama, kerja nyata,” ujarnya.

Menurut Arief, saat ini masyarakat membutuhkan bukti kerja nyata, bukan hanya omongan dalam sambutan. Karenanya, pemerintah harus bisa melakukan hal tersebut. “Nanti kata masyarakat, kalau ngomong doang mah saya juga bisa,” ujarnya.

Arief mengaku siap untuk mendorong proses pembangunan infrastruktur tersebut. Keduanya, menurut Arief, tidak hanya menunjang sektor pariwisata, tetapi juga sektor lain.

“Kalau tol dan bandara jadi, sektor pertanian pun akan maju,” katanya.

Untuk mewujudkan itu, perlu komitmen bersama seluruh stakeholder. Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah kabupaten kota, serta pengelola Tanjung Lesung.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengungkapkan, Pemkab Pandeglang sudah melakukan penjajakan dengan Perhutani untuk mencari lahan. “Yang di Sobang sudah ada surat ke Bupati dari Perhutani, boleh pinjam pakai atau ganti rugi, sudah saya sampaikan ke Gubernur,” kata Irna.

Menurutnya, peluang itu harus segera disambut Pemprov Banten dengan melakukan review dan kemudian dilanjutkan dengan mendorong Kementerian Perhubungan mengeluarkan izin penetapan lokasi (Penlok). Itu diperlukan agar proyek tersebut tidak kembali dicoret oleh pemerintah pusat. “Pandeglang kan hanya fasilitasi, yang mengelola kan Pemprov, tapi efeknya ke Pandeglang,” ujarnya.

Menurut Irna, keberadaan bandara bukan hanya untuk kepentingan Pandeglang, tetapi juga kepentingan nasional dalam peningkatan pariwisata dan devisa negara dari sektor pariwisata. (RBG)