Pembangunan di Banten Belum Merata

0
1.497 views
Suasana saat silaturahmi dan saresehan di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Rabu (3/5).

SERANG – Pembangunan baik infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Provinsi Banten belum merata. Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah tokoh pendiri Provinsi Banten dalam acara silaturahmi dan saresehan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (3/5).

“Maksud dari tokoh sepuh pendiri Provinsi Banten menanyakan, kenapa dari dulu begini saja, kenapa masih belum ada perubahan,” ujar ketua pelaksana silaturahmi dan saresehan tokoh pendiri Provinsi Banten Aeng Haerudin, Rabu (3/5).

Menurut Aeng acara yang sudah direncanakan sejak sebelum Pilkada Gubernur Banten tahun 2017 yang lalu ini bertujuan untuk kembali memperat silaturahmi antara para tokoh muda, tokoh sepuh, masyarakat dan pemerintah daerah. Selain itu, untuk membahas gagasan-gagasan pembangunan Provinsi Banten untuk diserahkan pada pemerintah.

“Yah seperti yang diucapkan oleh pak Taufiequrachman Ruki dan tokoh senior yang lain soal itu (ketimpangan pembangunan kebutuhan dasar), kita bicarakan gagasannya, kalau diterima dan dijalankan pemerintah syukur, kalau tidak pun yah tidak menjadi masalah,” ujar Aeng.

Acara yang mengambil tema ‘Refleksi 17 Tahun Provinsi Banten, Antara Cita-cita dan Realita’ ini dihadiri Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan beserta sejumlah tokoh pendiri Provinsi Banten, seperti Irsyad Juweli, Tb Farich Nahril, Tihami, Taufiqurahman Ruki, serta beberapa kepala daerah dan mantan kepala daerah di kabupaten dan kota di banten.

Dalam sambutannya, Pejabat Gubernur Banten Nata Irawan menyampaikan harapan Provinsi Banten kedepan harus dapat lebih maju lagi. Dengan pemimpin baru, kedepan pembangunan Banten bisa mengalami perubahan yang cukup baik, agar segala masalah mendasar masyarakat dapat teratasi dengan baik.

“Mudah-mudahan pertemuan ini dapat menyatukan gagasan dari para tokoh dan berbagai element masyarakata banten untuk memecahkan permasalahan dan membangun banten kedepan sesuai yang dicita-citakan,” kata Nata.

Nata menjelaskan, ada beberapa isu penting yang berkembang dibanten beberapa tahun terakhir, diantaranya kesenjaangan antar wilayah, daya saing daerah, kemiskinan dan pengangguran dan tata kelola pemerintahan. Isu-isu tersebut, kata Nata hanya dapat diselesaikan dengan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur wilayah, energi dan air baku, pembangunan pertanian dan pengembangan ekonomi lokal, perlindungan dan rehabilitasi social, pemanfaatan sumber daya kelautan.

“Yang terpenting tentu perluasa lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan penatausahaan keuangan daerah,” jelasnya.
Nata berharap, melalui sarasehan dan silaturrahmi ini, dirumuskan berbagai masukan untuk mempercepat pencapaian indicator makro pembangunan banten kedepan.

“Perlu saya garisbawahi, pembangunan banten kedepan ditentukan oleh masyrakat banten itu sendiri,” ucap Nata.

Salah satu tokoh pendiri Provinsi Banten Irsyad Juweli mengatakan, dengan potensi yang cukup besar, dirinya optimis Provinsi Banten akan jauh lebih maju.
“Mudah-mudahanan gubernur dan wakil gubernur yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik. Kita masih memiliki cita-cita yang tinggi, tapi realitas belum bisa wujudkan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, mantan Sekretaris Bakor Pembentukan Provinsi Banten Fahri Nahril menyampaikan harapan bahwa pembangunan di Banten dapat berjalan dengan baik. “Kami hanya mengantarkan Banten menjadi Provinsi, sesudah itu kami ikhlaskan untuk diserahkan kepada peraturan perundang-undangan, tinggal kita kawal bersama-sama demi kepentingan rakyat,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)